Rabu, 18 Februari 2026

Lapor Kehilangan ke Radio SS, WN India Bersyukur Paspornya Ketemu

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Sahu Sandarbh warga negara India (empat dari kiri), Diandra Alika (tiga dari kanan) dan Manoj Bhat Konsul Kehormatan India di Surabaya (kanan) saat mengunjungi Radio Suara Surabaya pada Rabu (18/2/2026). Foto: Dimas Ayuna suarasurabaya.net

Sahu Sandarbh Warga Negara India kehilangan paspor miliknya di Kota Surabaya, Jawa Timur. Paspor tersebut dilaporkan hilang pada hari Jumat (13/2/2026).

Kehilangan itu pertama kali dilaporkan Diandra Alika rekan Sandarbh kepada Radio Suara Surabaya pada Jumat pagi. Pada hari yang sama, Manoj Bhat selaku Konsul Kehormatan India di Surabaya juga menyampaikan laporan serupa.

Kabar baik datang pada Senin (16/2/2026). Diandra menginformasikan tas berisi paspor milik Sandarbh ditemukan di kawasan Embong Malang, Surabaya.

Kemudian, pada Rabu (18/2/2026) siang, Sandarbh bersama Diandra dan Manoj Bhat mendatangi Kantor Suara Surabaya Media untuk menyampaikan apresiasi.

“Suara Surabaya itu jaringan paling cepat. Saya apresiasi dan punya pengalaman bahwa barang yang hilang itu pasti ketemu, dan paspor milik Sandarbh ini juga ditemukan,” ujar Manoj saat on air di Radio Suara Surabaya, Rabu siang.

Dia menjelaskan, Sandarbh awalnya berencana terbang ke Jakarta untuk mengurus dokumen darurat di kedutaan besar sebelum melanjutkan perjalanan ke Singapura dan India pada Senin lalu. Saat berada di bandara, Sandarbh menerima kabar paspornya telah ditemukan.

“Ketika sedang di bandara, tiba-tiba dia mendapatkan telepon masuk. Mengabarkan tas berisi paspor itu sudah ditemukan oleh seorang teman dari Surabaya yang juga pendengar Suara Surabaya juga. Namun, kebetulan orang itu saat ini sedang berada di China, dan baru pulang Sabtu nanti. Dia (Sahu Sandarbh) sangat mengapresiasi Suara Surabaya,” ujar Manoj.

Sandarbh mengaku sempat mengalami kepanikan luar biasa. Dia menjelaskan, paspor itu berada di dalam dompet khusus bersama kartu debit, visa Singapura, dan sejumlah uang tunai.

“Cemas dan stres tentu saja. Panik. Saya belum pernah kehilangan paspor sebelumnya dan itu selalu menjadi salah satu ketakutan terbesar saya,” ungkapnya.

Dia mengingat baru menyadari kehilangan itu saat wisata kuliner di Embong Malang. Awalnya, Sandarbh mengira paspor tertinggal di kamar penginapan. Namun, setelah mencari dan tidak menemukannya, dia sadar dokumen penting tersebut benar-benar hilang.

“Awalnya saya pikir tertinggal di kamar, tapi setelah mencari ke seluruh tempat dan tidak menemukannya, saya panik,” kata Sandarbh.

Situasi semakin dramatis karena Sandarbh sudah berada di bandara untuk terbang ke Jakarta guna mengurus surat perjalanan darurat. Penerbangan pukul 19.15 WIB sempat tertunda satu jam.

Sekitar pukul 19.00 WIB, dia menerima pesan bahwa paspornya telah ditemukan.

“Rasanya sangat melegakan. Rasanya seperti keajaiban karena terjadi pada waktu yang sangat aneh,” ujarnya.

Sandarbh menyebut, jika penerbangan tidak mengalami penundaan atau informasi datang terlambat 15 menit saja, dia kemungkinan sudah berada di Jakarta saat kabar tersebut diterima.

Karena paspornya ditemukan, dia memutuskan membatalkan keberangkatan ke Jakarta dan tetap berada di Surabaya.

Sandarbh menyampaikan rasa terima kasih kepada Radio Suara Surabaya, juga kepada Manoj Bhat yang mendampinginya selama proses pelaporan dan koordinasi.

“Saya sangat bersyukur kepada Suara Surabaya, terutama Pak Manoj. Beliau membimbing saya sepanjang proses ini dan membuat situasi menjadi tidak terlalu stres,” katanya.

Lebih lanjut, dia juga mengapresiasi bantuan Diandra yang membantunya berkomunikasi dengan pihak kepolisian dan mengatasi kendala bahasa.

“Terima kasih kepada semua yang sudah membantu hingga paspor saya kembali,” tuturnya.(saf/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 18 Februari 2026
26o
Kurs