Jumat, 27 Februari 2026

Lazisnu Jatim Tempuh Ratusan Kilometer untuk Aktivitas Dapur Umum di Aceh Timur

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Lazisnu Jatim saat mendistribusikan logistik sarung kepada jemaah di masjid Desa Ujung Karang, Kabupaten Aceh Timur. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menempuh ratusan kilometer untuk mengaktivasi dapur umum di Desa Ujung Karang, Kabupaten Aceh Timur.

Lokasi dapur umum di Ujung Karang merupakan titik keempat pendirian dapur. Sebelumnya Lazisnu Jatim telah mendirikan di dapur umum di Desa Banai, Kota Lintang Bawah dan Menanggini yang terletak di Kabupaten Aceh Tamiang.

Jumlah makanan yang didistribusikan di semua dapur umum berjumlah 200 porsi untuk makan buka puasa dan 200 porsi untuk sahur.

“Alhamdulillah untuk dapur umum di titik keempat di Aceh Timur sudah diaktivasi supaya meringankan warga setempat selama bulan Ramadan,” kata Ahmad Syaiful Koordinator Dapur Umum Lazisnu Jatim, Kamis (26/2/2026).

Dapur umum di empat titik lokasi yang didirikan Lazisnu Jatim akan beroperasi selama Bulan Ramadan untuk meringankan beban warga setempat selam puasa.

Mustafa salah satu warga Desa Ujung Karang, Aceh Timur bersyukur kehadiran dapur umum sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok dalam satu bulan ke depan

“Alhamdulillah ini bisa dapat bantuan dari Lazisnu Jawa Timur, jadi bantu kami untuk makan sahur sama buka puasa nanti,” katanya.

Untuk diketahui, Desa Ujung Karang merupakan wilayah dengan eskalasi kerusakan terluas usai diterjang banjir bandang dahsyat pada 26 November 2025 silam.

Sebagian besar area desa tersebut kini sudah rata dengan tanah tinggal menyisakan material seperti atap seng dan bongkahan kayu bangunan rumah.

Warga-warga di Desa Ujung Karang kini mulai membangun rumah semi permanen secara mandiri yang terbuat dari kayu untuk hunian sementara.

Rumah semi permanen itu jauh dari kata nyaman. Rangkaian kayu-kayu itu tidak mampu menahan teriknya panas matahari dan dinginnya angin malam Aceh Timur.

Mustafa dan warga sekitar hidup serba pas-pasan serta mengandalkan uluran bantuan dari para relawan. “Sudah tiga bulan kami di sini, tinggal sama ibu, anak dan istri,” ucapnya.(wld/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 27 Februari 2026
31o
Kurs