Jumat, 11 September 2026

Lilin Harapan dari PFI Surabaya untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Para jurnalis di Surabaya saat memanjatkan doa kepada lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda dalam kegiatan solidaritas doa bersama yang digelar PFI Surabaya di Taman Apsari, Jumat (11/9/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya menggelar doa bersama dengan simbol menyalakan lilin dengan harapan keselamatan lima jurnalis serta dua awak kapal dan satu guide yang hilang di Selat Sunda saat meliput erupsi Anak Gunung Krakatau.

Doa bersama tersebut digelar di Taman Apsari Surabaya Jalan Gubernur Suryo yang diikuti puluhan jurnalis serta sejumlah anggota PFI Surabaya pada Jumat (11/9/2026) petang.

Dalam doa solidaritas tersebut para awak media duduk melingkar sambil memajang poster bergambar foto kelima jurnalis dan meramalkan doa-doa supaya mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Diketahui, lima jurnalis yang masih dalam pencarian bersama awak kapal adalah Muhammad Bagus Khoirunas pewarta foto dari Antara, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistiro Pranoto dari iNews, dan Daus dari Anadolu.

Para jurnalis di Surabaya saat memanjatkan doa kepada lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda dalam kegiatan solidaritas doa bersama yang digelar PFI Surabaya di Taman Apsari, Jumat (11/9/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Suryanto Ketua PFI Surabaya menjelaskan kegiatan solidaritas ini bertujuan untuk mendoakan keselamatan para jurnalis yang masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR.

“Jadi, ini doa bersama. Harapan kami, kelima jurnalis dan 3 orang kru ini bisa segera ditemukan dengan selamat,” katanya.

Kemudian lilin-lilin yang menyala di tengah poster para jurnalis tersebut menjadi simbol harapan agar para jurnalis serta tiga kru lainnya dapat segera ditemukan.

“Lilin adalah simbol harapan dari kami semua agar kelima dan 3 orang rekan kami itu bisa segera ditemukan. Itu adalah lilin harapan sebenarnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Suryanto menjelaskan, pihak PFI terus mengintensifkan komunikasi bersama Tim SAR untuk memantau perkembangan proses pencarian.

“Selama ini sih organisasi sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak Tim SAR agar segera melakukan pencarian dan lain sebagainya,” ucapnya.

Poster lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda dalam kegiatan solidaritas doa bersama yang digelar PFI Surabaya di Taman Apsari, Jumat (11/9/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Selain itu pendampingan terhadap keluarga para jurnalis juga dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan sesama profesi.

“Kalau dari teman-teman organisasi, koordinasi dengan tim gabungan semua sudah dilakukan. Pendampingan keluarga juga sudah dilakukan,” ujarnya.

Suryanto juga menyebut PFI telah berkomunikasi dengan kantor media Anadolu yang berasal dari Turki untuk memastikan kabar hilangnya Daus menjadi perhatian khusus bagi jajaran redaksi.

“Teman-teman ini yang tidak hanya bekerja di media nasional. Kayak Mas Daus itu, dia di Anadolu. Saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman Anadolu yang lain untuk memastikan apakah pihak dari Turki sudah tahu. Ternyata memang kasus hilangnya Mas Daos saat peliputan ini sudah di-notice sama editor yang ada di Turki,” ungkapnya.(wld/ris/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Jumat, 11 September 2026
27o
Kurs