Pemerintah mengoperasikan lima bandara alternatif selama 24 jam untuk menjaga mobilitas penumpang, menyusul penutupan delapan bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Lima bandara tersebut yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), serta Bandara Adi Soemarmo Solo.
Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan (Menhub) mengatakan, bandara-bandara itu bisa dimanfaatkan maskapai untuk pengalihan penerbangan selama operasional bandara terdampak belum memungkinkan.
“Tadi saya sampaikan untuk memberikan alternatif kepada airlines apabila ingin menggunakan, karena kita sudah membuka bandara alternatif, Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kita buka untuk operasi 24 jam,” kata Dudy di Jakarta, Minggu (6/9/2026) dikutip Antara.
Delapan bandara yang ditutup yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Penutupan delapan bandara dijadwalkan berlangsung hingga Minggu pukul 23.59 WIB.
Menurut Dudy, keputusan menggunakan bandara alternatif tetap berada di masing-masing maskapai dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional, jadwal penerbangan, kesiapan armada, serta pelayanan kepada penumpang.
Selain membuka bandara alternatif, Kementerian Perhubungan bersama InJourney Airports juga menyiapkan transportasi darat bagi penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta yang penerbangannya dialihkan.
Layanan itu berupa kereta api dan bus yang disediakan secara gratis untuk menuju Bandara Kertajati, Juanda, Solo, Semarang, maupun Yogyakarta. Menhub menegaskan tidak ada pungutan biaya untuk transportasi menuju bandara alternatif itu.
Pelaksanaan layanan dikoordinasikan InJourney Airports bersama masing-masing maskapai. Informasi mengenai pemindahan penerbangan, lokasi keberangkatan baru, hingga moda transportasi yang digunakan akan disampaikan langsung kepada penumpang.
Meski demikian, penumpang tetap memiliki pilihan untuk melanjutkan perjalanan melalui bandara alternatif atau membatalkan penerbangannya.
“Tergantung kepada masyarakat apakah masih ingin melakukan perjalanan dengan memindah perjalanannya ke bandara-bandara alternatif tersebut atau mereka membatalkan perjalanannya,” ujar Dudy. (ant/bil/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

