Nicolas Maduro Presiden Venezuela dalam siaran televisi, Kamis (1/1/2026), menyatakan bahwa ia siap jika Washington menginginkan negosiasi serius mengenai kesepakatan untuk memerangi perdagangan narkoba.
“Banyak orang, bahkan di Amerika Serikat (AS), tidak mempercayai narasi tentang produksi narkoba di Venezuela,” katanya seperti dikutip Antara, Sabtu (3/1/2026).
Hal itu disampaikannya, seraya menyebut bahwa baik Venezuela maupun AS perlu menggelar dialog serius berdasarkan fakta-fakta.
Dia juga mengatakan Venezuela akan menerima investasi AS kapan saja, seperti investasi dari perusahaan minyak AS Chevron, jika annti AS membutuhkan minyak Venezuela.
Hal itu diperkuat pernyataan Delcy Rodriguez Wakil Presiden Venezuela sekaligus Menteri Perminyakan yang mengonfirmasi hal tersebut. Dalam sebuah unggahan media sosial pada Desember 2025, kapal tanker minyak Chevron yang mengangkut minyak mentah telah meninggalkan Venezuela secara sah menuju AS.
Selama beberapa bulan terakhir, AS mempertahankan kehadiran militer yang signifikan di Karibia, sebagian besar di lepas pantai Venezuela, dengan dalih untuk memberantas perdagangan narkoba, klaim yang dikecam oleh Venezuela sebagai upaya terselubung untuk menggulingkan rezim di Caracas.
Militer AS telah menenggelamkan sekitar 30 kapal yang disebut “kapal penyelundup narkoba” di Karibia dan Pasifik timur, menewaskan lebih dari 100 orang. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
