Selasa, 16 Juni 2026

Menkeu Terbang ke Cina Hari Ini Ketemu Investor dan Bahas Panda Bond

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menkeu di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Foto: Antara

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan hari ini terbang ke Cina untuk bertemu investor dan membahas Panda bond.

Panda Bond adalah obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar domestik Tiongkok. “Oh itu ketemu investor dan bahas panda bond,” kata Purbaya di kompleks DPR RI, Jakarta, Senin malam (15/6/2026)

Meski begitu, Purbaya enggan mengungkap target investasi dan pembahasan surat utang di negeri tirai bambu tersebut. “Belum. Saya pikir akan banyak,” ujarnya.

Penerbitan Panda Bond dinilai menjadi strategi penting untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan sekaligus menekan biaya utang negara. Selain itu, langkah ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan China, yang selama ini menjadi mitra dagang utama.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia berencana memperluas sumber pembiayaan melalui pasar global dengan menerbitkan instrumen utang di China.

Langkah ini diikuti dengan rencana timbal balik dari pemerintah China yang ingin menerbitkan obligasi di pasar Indonesia.

Purbaya mengungkapkan, kesepakatan awal tersebut dibahas dalam pertemuannya dengan Lan Foan Menteri Keuangan China di Washington DC, Amerika Serikat, dalam rangkaian agenda tahunan International Monetary Fund dan World Bank pada 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan rencana penerbitan Panda Bond, yakni obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar domestik China.

“Saya ketemu Menteri Keuangan China, kita diskusi cukup panjang sekitar satu jam. Kita sampaikan keinginan untuk menerbitkan Panda Bond di sana, dan dia sangat setuju. Bunganya di sana relatif murah, sekitar 2,3 persen, sehingga bisa menekan cost of capital kita,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Sebagai bentuk kerja sama timbal balik, pemerintah China juga menyampaikan minat untuk menerbitkan obligasi di Indonesia. Purbaya menyatakan pemerintah membuka peluang tersebut sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral di sektor keuangan.

“China juga bertanya apakah mereka bisa menerbitkan obligasi di Indonesia. Saya bilang boleh. Ini bentuk timbal balik,” katanya.(lea/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 16 Juni 2026
33o
Kurs