Media di New York, Amerika Serikat (AS), melaporkan Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan Cilia Flores istrinya telah tiba di New York City pada, Sabtu (3/1/2026) malam waktu setempat, usai ditangkap pasukan militer AS dalam sebuah operasi berisiko tinggi.
Dilaporan New York Post, Maduro dan Flores mendarat di Stewart Air National Guard Base, Newburgh, wilayah Upstate New York, sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Keduanya kemudian diterbangkan menggunakan helikopter menuju heliport Manhattan dan tiba sesaat sebelum pukul 19.00.
Setibanya di Manhattan, pasangan tersebut langsung dibawa menggunakan kendaraan taktis lapis baja jenis Bearcat dengan pengawalan ketat sejumlah kendaraan bermotor.
Maduro (63 tahun) dan Flores (69 tahun) selanjutnya dibawa ke Markas Besar Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA) di kawasan Chelsea, untuk menjalani proses awal hukum.

Setelah itu, keduanya kembali diterbangkan dari West 30th Street Heliport menuju Brooklyn. Video yang beredar memperlihatkan helikopter yang membawa Maduro melintas di sisi barat Manhattan dan melewati Patung Liberty sebelum menuju Brooklyn.
Setibanya di Brooklyn, Maduro dan Flores dikawal menuju Metropolitan Detention Center. Keduanya akan menghadapi dakwaan berat terkait narko-terorisme di Pengadilan Distrik Selatan New York.
“Maduro dan Flores didakwa atas konspirasi narko-terorisme, konspirasi impor kokain, serta pelanggaran senjata,” tulis New York Post mengutip sumber penegak hukum.
Maduro dijadwalkan menghadiri sidang pengadilan federal paling cepat pada, Senin (5/1/2026) mendatang. Penangkapan Maduro dan istrinya itu dilakukan oleh militer AS, dalam operasi militer skala besar di Caracas pada, Sabtu (3/1/2026) pagi. Operasi tersebut memicu krisis konstitusional di Venezuela.
Selain Maduro dan Flores, putra mereka, Nicolas Ernesto Maduro Guerra yang dikenal dengan julukan “The Prince”, juga didakwa dalam kasus perdagangan ilegal ribuan ton kokain.
Donald Trump Presiden AS menyatakan Maduro dan istrinya akan menghadapi proses hukum penuh di Amerika Serikat. “Mereka akan menghadapi seluruh kekuatan keadilan Amerika,” kata Trump.
Trump juga menegaskan AS akan mengambil alih pengelolaan Venezuela, termasuk sumber minyaknya hingga terbentuk pemerintahan transisi.
“Amerika Serikat akan menjalankan negara itu sampai tiba waktunya kita bisa melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujar Trump. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
