Dudy menyebut dua negara yang berpotensi berinvestasi dalam pembangunan jaringan rel kereta api di Kalimantan adalah Rusia dan China. “Kami sudah jajaki dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya Rusia dan China,” katanya.
Meski demikian, ia belum dapat memastikan proyek mana yang akan berjalan lebih dulu. Menurutnya, hal itu bergantung pada penilaian investor terhadap kelayakan masing-masing proyek.
“Tergantung investor tentunya mana yang menurut mereka lebih feasible untuk mereka garap. Saya lihat sepertinya kalau Sumatra logistiknya KAI yang lebih berminat untuk mengembangkannya, kalau di Kalimantan sepertinya dari China sama Rusia yang lebih berminat,” ujar Dudy.
Dudy menambahkan, komunikasi dengan investor luar negeri sudah dilakukan. Saat ini, para calon investor masih menghitung potensi proyek sebelum menyampaikan proposal kepada pemerintah.
“Komunikasi sudah, mereka sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti menyampaikan proposal ke kami,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

