Selasa, 8 September 2026

Menjadi Dangdut: Kisah Konsul Jenderal Jepang Menelusuri Musik Indonesia

Laporan oleh Keumala Fauzan Andini
Bagikan
Takonai Susumu Konsul Jenderal Jepang di Surabaya menunjukkan karyannya yang berjudul "Menjadi Dangdut". Foto: Konsulat Jenderal Jepang

Peran radio dalam menyebarkan musik kepada masyarakat juga menjadi bagian dari penelitiannya.

Namun, menelusuri sejarah musik dari puluhan tahun lalu bukan perkara mudah. Salah satu kendala terbesar yang ditemuinya adalah keterbatasan arsip dan rekaman, khususnya untuk periode sebelum Indonesia merdeka.

“Rekaman, ya. Tidak banyak arsip dangdut di Indonesia terutama di masa sebelum kemerdekaan. Jadi selain dari koleksi pribadi dan koleksi teman-teman di Jepang yang juga meneliti dangdut, saya pergi ke Perpustakaan Nasional di Jakarta. Biasanya saya mencari artikel majalah lama yang membahas dangdut. Saya rasa sebenarnya ada banyak arsip tentang dangdut, tapi milik pribadi, atau disimpan di Belanda,” ujar Takonai.

Dari Sejarah ke Dangdut Masa Kini
Bagi Takonai, perjalanan dangdut tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Indonesia. Musik tersebut terus berubah mengikuti zaman, sekaligus mencerminkan masyarakat yang menikmatinya.

Ia melihat perbedaan yang cukup besar antara dangdut pada era 1980-an dan 1990-an dengan musik dangdut yang berkembang saat ini. Subgenre dangdut semakin beragam dan berkembang mengikuti selera pendengar.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 8 September 2026
26o
Kurs