Sugiono Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menetapkan bantuan pemerintah sebesar Rp1,235 triliun untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diarahkan terutama untuk kesehatan warga terdampak.
“Hari ini bantuan pemerintah pusat tahap kedua sudah ditransfer. Total bantuan pemerintah pusat adalah sebesar Rp1,235 triliun rupiah yang ditekankan oleh Presiden untuk diprioritaskan pada perlindungan masyarakat yang terdampak, termasuk di dalamnya pelayanan kesehatan,” katanya di Jakarta, Kamis (22/10/2026), dilansir Antara.
Bantuan itu juga diprioritaskan untuk pembagian masker, oksigen portabel, fasilitas atau sarana pemulihan, termasuk di dalamnya rumah oksigen, kemudian penanganan masyarakat yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Ia menegaskan, sesuai arahan Presiden, penanganan karhutla harus dilakukan secara lebih masif, terpadu, dan cepat, serta tidak semata-mata menunggu datangnya hujan, tetapi juga upaya-upaya lain yang dapat dilakukan dalam rangka mitigasi keadaan yang sedang terjadi.
“Tentu saja pemerintah terus bekerja keras mengatasi terjadinya karhutla ini, serta dampaknya terhadap masyarakat, terutama di daerah-daerah yang mengalami situasi terburuk, terutama enam provinsi yang bantuan pemerintah di tahap pertama sudah disalurkan pada 7 September 2026 untuk Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau, serta kepada 35 pemerintah kabupaten/kota yang terdampak karhutla di provinsi-provinsi tersebut,” paparnya.
NOW ON AIR SSFM 100

