Minggu, 26 Juli 2026

Menpar Mantapkan Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen, Target Pertahankan Green Card

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Widhiyanti Putri Wardhana Menteri Pariwisata (Menpar) meninjau Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) di Banyuwangi yang menjadi pusat edukasi mengenai kekayaan geologi dan konservasi kawasan Geopark Ijen. Foto: Humas Pemkab Banyuwangi

Widhiyanti Putri Wardhana Menteri Pariwisata (Menpar) memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk mematangkan persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) Ijen yang akan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026.

Pemerintah menargetkan Geopark Ijen mampu mempertahankan status Green Card dalam evaluasi UNESCO.

Rakor yang digelar di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026), dihadiri Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi, As’ad Yahya Syafii Wakil Bupati Bondowoso, Abdillah Baras General Manager Geopark Ijen, Probo Resni Aji Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo, Rusdi Santoso Kepala RKW 14 Kawah Ijen Balai Besar KSDA Jawa Timur, serta jajaran Kementerian Pariwisata.

Widhiyanti menegaskan, revalidasi UNESCO menjadi momentum penting untuk memastikan Geopark Ijen tetap memenuhi standar internasional sebagai kawasan warisan geologi dunia.

“Agenda kita kali ini membahas persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Widhiyanti.

Dia mengatakan, target utama pemerintah adalah mempertahankan Green Card. Untuk mencapainya, seluruh pihak diminta memperkuat koordinasi agar rekomendasi dari asesor UNESCO dapat dipenuhi secara optimal.

“Target kita semua tentunya mempertahankan Green Card. Untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti, termasuk penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas kemitraan, serta pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Geopark Ijen ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023 dan dinobatkan sebagai geopark terbaik di antara 12 jaringan Geopark Indonesia oleh Kementerian Pariwisata pada 2024.

Dalam mekanisme UNESCO, setiap geopark wajib menjalani revalidasi secara berkala untuk menilai keberlanjutan pengelolaan kawasan.

Hasil evaluasi tersebut akan menentukan status geopark, yakni Green Card apabila memenuhi seluruh standar, Yellow Card jika memerlukan perbaikan dalam dua tahun, atau Red Card yang berarti status UNESCO dicabut.

Menpar optimistis Geopark Ijen mampu mempertahankan predikat tersebut berkat kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, keragaman budaya, serta kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

“Sebagai Geopark terbaik di Indonesia, saya yakin Geopark Ijen akan bisa mempertahankan status Green Card pada penilaian UNESCO Global Geopark,” ujarnya.

Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pariwisata dalam proses revalidasi tersebut.

Menurutnya, pengelolaan Geopark Ijen selama ini dilakukan dengan mengedepankan pelestarian alam, budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi kami, pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” kata Ipuk.

Sementara itu, Abdillah BarasKetua Badan Pengelola Geopark Ijen menjelaskan, terdapat lima rekomendasi utama dari UNESCO yang terus ditindaklanjuti. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan riset dan pemetaan geologi, peningkatan promosi warisan geologi, penambahan panel informasi edukatif di kawasan geopark, hingga peningkatan keaktifan badan pengelola dalam menyelenggarakan kegiatan nasional maupun internasional.

“Rekomendasi sudah kita jalankan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” ujar Abdillah. (saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Surabaya
Minggu, 26 Juli 2026
27o
Kurs