Muktamar IV Yayasan Almukhlashin Ibadurrahman (YA Ibad) menjadi momentum memperkuat gerakan kepedulian terhadap lingkungan. Organisasi yang memiliki 27 cabang di Indonesia itu mendorong agar nilai-nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui dakwah, tetapi juga dalam aksi nyata menjaga bumi.
Yusuf Ibrahim Ketua Pelaksana Muktamar IV YA Ibad mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat peran sosial organisasi.
Menurut Yusuf, nilai kebaikan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui langkah konkret untuk menjaga lingkungan.
“Tujuannya menyebarkan rahmat kepada seluruh alam semesta. Kami berusaha membentuk sumber daya manusia yang potensial sekaligus meningkatkan kualitas kepribadian secara berkesinambungan,” kata Yusuf, Sabtu (5/9/2026).
Komitmen YA Ibad terhadap lingkungan mulai diperkuat menjelang pelaksanaan Muktamar III di Bogor pada 2018. Saat itu, organisasi mulai membangun kesadaran bersama untuk merespons persoalan sampah yang menjadi tantangan di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut kemudian dikembangkan melalui program Desa Ramah Bumi. Program ini mencakup berbagai gerakan, mulai dari meminimalkan timbulan sampah, pengelolaan sampah dan komposting, membangun desa yang sehat secara jasmani dan rohani, gerakan menanam, hingga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Yusuf mengatakan gerakan tersebut diarahkan agar kepedulian lingkungan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan jamaah dan masyarakat.
“Kalau masih ada sampah, bagaimana caranya kita minimalkan. Kemudian sampah yang ada kita kelola, salah satunya dengan komposting. Kami juga mendorong jamaah untuk hobi menanam dan ketika punya usaha tetap memperhatikan lingkungan,” ujarnya.
Gagasan tersebut, kata Yusuf, memiliki keterkaitan dengan pendekatan eco-teologi yang saat ini dikembangkan Kementerian Agama. Pendekatan tersebut menekankan bahwa keberagamaan juga memiliki konsekuensi terhadap cara manusia memperlakukan dan menjaga lingkungan.
Yusuf menilai konsep itu sejalan dengan nilai yang dibangun YA Ibad, yakni menempatkan manusia sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab untuk merawat bumi.
“Ketika kita memahami manusia sebagai khalifah, tentu ada tanggung jawab untuk menjaga bumi. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari nilai yang ingin terus kami kuatkan,” kata Yusuf.
Selain isu lingkungan, YA Ibad juga menjalankan program sosial yang menyasar persoalan kepemudaan, termasuk pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui kerja sama dengan Polri dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Sebelum Muktamar IV digelar, YA Ibad juga melakukan safari ke sejumlah cabang sejak Februari 2025 hingga 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat keterlibatan jamaah dan masyarakat dalam berbagai program.
“Saat ini pengurus YA Ibad sudah berjumlah 27 cabang di Indonesia. Muktamar ini dihadiri pengurus dari berbagai daerah,” ujar Yusuf. (saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

