Ia menegaskan, roadmap tersebut bukan sekadar dokumen formal. Peta jalan NU 2026–2050 akan menjadi acuan bagi Rais Aam, Ketua Umum terpilih, serta seluruh jajaran kepengurusan PBNU periode 2026–2031 dalam menjalankan program organisasi.
“Menjadi visi dari kepengurusan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih di Muktamar ke-35, tetap pokok-pokok haluan program ini harus menjadi acuan dan nanti akan dipertanggungjawabkan sepanjang masa kepemimpinan, baik melalui Munas-Konbes maupun melalui Muktamar ke-36 tahun 2031 nanti,” ujar Alissa.
Alissa menjelaskan, Peta Jalan NU 2026–2050 akan bertumpu pada dua fokus utama, yakni penguatan internal organisasi dan penguatan khidmah kepada masyarakat.
Di internal organisasi, NU akan diarahkan untuk memperkuat transformasi dan konsolidasi jam’iyyah. Langkah tersebut dinilai penting agar NU mampu beradaptasi dengan perkembangan generasi muda, percepatan teknologi digital, serta perubahan geopolitik dunia.
Sementara dalam bidang khidmah, terdapat empat pilar utama yang menjadi perhatian NU.
Keempatnya adalah penguatan pesantren dan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi warga NU, pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

NOW ON AIR SSFM 100

