“Yang pertama yaitu berorientasi pada kemaslahatan jamaah, artinya sudah saatnya PBNU tidak hanya mengurusi Jam’iyyah saja, namun harus mulai mengurusi jamaahnya,” ungkap Alissa.
Kedua, amanah, yang berarti setiap pengurus harus mampu menjaga kepercayaan warga NU sekaligus menjalankan tanggung jawab kepada bangsa.
Ketiga, koheren. Nilai ini menekankan pentingnya keterhubungan dan sinergi antara seluruh unsur NU dari tingkat pusat hingga daerah.
“Huruf ketiga R, diambil dari kata koheren. Maknanya Jam’iyyah ini terikat satu sama lain, maka seluruh unsurnya harus saling bersinergi,” tutur Alissa.
Keempat, akuntabel, yakni setiap kebijakan dan program harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, terutama kepada warga NU.

NOW ON AIR SSFM 100

