Perangkat tersebut berfungsi merekam berbagai data penting selama kapal berlayar dan memiliki fungsi yang serupa dengan black box pada pesawat.
Data dari VDR nantinya dapat menjadi salah satu bahan bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam proses investigasi kecelakaan. Namun, hingga kini perangkat tersebut belum ditemukan oleh tim SAR.
Suntana mengatakan percepatan pencarian menjadi perhatian karena masih banyak penumpang yang belum ditemukan. Tim SAR juga masih membuka kemungkinan adanya korban yang berada di dalam kapal.
“Masih ada penumpang-penumpang yang belum ditemukan. Oleh karenanya tim SAR berupaya mempercepat pencarian agar korban-korban yang masih diperkirakan masih berada dalam kapal dapat dievakuasi,” ujar Suntana dilansir dari Antara.
Hingga Selasa pukul 22.00 Wita, Mohammad Syafii Kepala Basarnas melaporkan 114 orang telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia.








