Senin, 20 Juli 2026

Negara Teluk Pertimbangkan Jalur Alternatif Imbas Penutupan Selat Hormuz

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Tentara Iran ketika berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan pada 30 April 2019. Foto: Xinhua

Situasi panas yang terjadi di Selat Hormuz membuat negara-negara di Teluk Persia mempertimbangkan jalur pasokan alternatif, termasuk pembangunan jalur pipa.

Kabar ini dilaporkan Financial Times, Jumat (27/3/2026), yang mengutip diplomat dari salah satu negara kawasan dan yang namanya dirahasiakan.

“Negara-negara Teluk akan mencari alternatif, seperti membangun jalur pipa,” kata diplomat tersebut menanggapi kemungkinan aturan ketat transit Selat Hormuz oleh Iran, seperti dikutip Financial Times.

Sementara itu, Vahid Jalalzadeh Wakil Menteri Luar Negeri Iran sebelumnya mengatakan bahwa Teheran sedang mengembangkan kerangka hukum baru untuk Selat Hormuz yang akan berlaku setelah konflik berakhir, di mana Iran berencana bekerja sama dengan Oman.

Melansir dari Antara, pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian melakukan balasan, dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Peningkatan ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Situasi itu juga berdampak terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan sehingga mendorong terjadinya lonjakan harga.(ant/ily/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 20 Juli 2026
27o
Kurs