Sejumlah keluarga korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih mencari keberadaan keluarganya yang menjadi penumpang kapal tersebut, meski operasi SAR khusus kedaruratan sudah resmi ditutup, Selasa (4/8/2026).
Muhammad Jasuar Bustam warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, bersama Samsiah sang ibu, ia datang ke posko dengan harapan memperoleh kabar mengenai Bustam Sanusi atau Daeng Nappak, ayahnya, yang belum diketahui keberadaannya.
Menurut Jasuar, ayahnya berangkat sebagai sopir bersama sejumlah rekan. Salah seorang rekannya berhasil selamat, sedangkan Bustam yang berangkat bersamanya, belum ditemukan.
“Bapak sopir asal Makassar. Sekarang tidak ada kabarnya, tidak ada namanya (di manifes korban). Terakhir komunikasi hari Minggu, kirim video di kapal,” katanya.
Video yang dikirim melalui WhatsApp sekitar pukul 09.00 WIB itu, memperlihatkan Bustam masih berada di atas kapal mengenakan pelampung. Namun, saat kembali dihubungi menjelang siang, telepon selulernya sudah tidak aktif.
Harapan keluarga sempat muncul ketika puluhan korban dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak. Namun, Bustam tidak termasuk di antara korban yang selamat maupun meninggal dunia.
Bahkan, ibunda Jasuar sempat pingsan setelah mengetahui nama suaminya tidak ada dalam daftar korban.
Meski nama Bustam tidak tercantum dalam manifes penumpang, keluarga meyakini ia ikut naik kapal, karena sebelumnya terdapat video yang dikirim sesaat sebelum komunikasi terputus.
Keluarga menduga nama yang tertera pada tiket berbeda karena kendaraan yang digunakan merupakan mobil pengganti.
Tak hanya keluarga Bustam, Anton juga masih menunggu kepastian nasib Abdul Manan, saudaranya yang bekerja sebagai koki atau kru KMP Mutiara Sentosa 2.
Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari mengecek rumah sakit, daftar korban, hingga berkoordinasi dengan perusahaan tempat kerabatnya bekerja, namun hasilnya masih nihil.
“Ini saya nggak bisa komentar ya, soalnya ini saudara saya belum ketemu,” ujarnya saat dimintai tanggapan terkait penutupan operasi SAR.
Cerita serupa disampaikan Tarjo, perwakilan perusahaan tempat Abdurrahman sopir yang sedang dicari keberadaannya. Ia mengaku memiliki bukti video saat Abdurrahman memasuki kapal sebelum berlayar.
Sejak hari pertama insiden, ia terus mengikuti perkembangan evakuasi dan mencocokkan data korban, tetapi nama Abdurrahman tidak muncul data operasi SAR.
“Yakin, karena di story terakhir dia kirim laporan, dan ada video mobil yang masuk,” kata Tarjo.
Meski mulai pasrah dengan segala kemungkinan, keluarga berharap para korban yang belum ditemukan tetap dicari agar mereka memperoleh kepastian.
Sebelumnya, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii Kepala Basarnas resmi mengakhiri operasi SAR kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II setelah data manifes dan jumlah korban yang dievakuasi dinyatakan sinkron, yakni 238 orang yang terdiri atas 233 korban selamat dan lima korban meninggal dunia.
Meski demikian, operasi pencarian tidak sepenuhnya berhenti. Basarnas mengalihkan penanganan ke operasi rutin dengan tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian dan membuka posko pengaduan apabila masih ada laporan keluarga mengenai korban yang belum ditemukan.
“Kita semuanya berharap tidak sampai ada pengaduan keluarga yang belum ditemukan. Dan andai saja ada pengaduan, kita akan buka operasi lagi untuk melaksanakan pencarian,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

