Dr. Sujarwo dosen sekaligus pakar ketahanan pangan Universitas Brawijaya (UB) Malang usul agar sekolah diberi hak memilih menerima atau menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usulan itu disampaikan Sujarwo, di tengah penolakan dan kekhawatiran terhadap makanan hasil program prioritas Prabowo Subianto Presiden yang tidak dikonsumsi, hingga berpotensi menjadi food waste dan pemborosan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Jadi menurut saya secara pribadi, sekolah itu diberi hak untuk dia menerima atau enggak. Kalau menurut saya loh ya. Bisa jadi yang ditarget oleh MBG sebenarnya enggak perlu MBG. Enggak perlu makan gratisan itu, enggak perlu. Karena mereka sudah mampu,” kata Sujarwo saat on air di program Wawasan Suara Surabaya, Senin (28/9/2026).
Ia menilai, sebagian siswa dari keluarga mampu sebenarnya tidak selalu membutuhkan makanan gratis dari pemerintah. Di sisi lain, munculnya kasus keracunan juga membuat sebagian siswa merasa khawatir dan memilih tidak mengonsumsi makanan yang dibagikan.
Sujarwo mengingatkan, apabila makanan yang telah diproduksi akhirnya tidak dikonsumsi, anggaran negara yang sudah dikeluarkan berpotensi terbuang.

NOW ON AIR SSFM 100

