“Kalau enggak kan wasting APBN yang besar-besaran ini nanti akan terus berlanjut. Sehingga, menurut saya ada satu sisi yang memang kita pahami ada niat baik dari pemerintah. Dengan adanya MBG harapannya kan menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah lebih peka dan terbuka terhadap masukan dari bawah, mulai dari sekolah, orang tua, maupun masyarakat. Evaluasi, menurutnya, harus dilakukan jika pelaksanaan program justru menimbulkan keresahan di tingkat penerima manfaat.
Sujarwo Soroti Kualitas SDM dan Keamanan Pangan SPPG
Selain soal ketepatan sasaran, Sujarwo juga menyoroti kualitas sumber daya manusia di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia memahami program MBG sekaligus diarahkan untuk membuka lapangan kerja, termasuk merekrut masyarakat dari kelompok ekonomi bawah.
“Kan syaratnya SPPG itu ada desil 1 dan 2 untuk rekrutmen apa sukarelawannya. Itu artinya kan mau menyerap dari lapisan bawah gitu ya,” ungkapnya.
Meski demikian, tujuan itu harus dibarengi pelatihan dan pengawasan yang ketat, agar seluruh pekerja memahami standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait keamanan pangan. “Mohon maaf ya, karena pendidikan, kemudian komitmen untuk menjalankan SOP kurang, kan akhirnya ngefek kepada kualitas keamanan pangannya,” bebernya.

NOW ON AIR SSFM 100

