Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026 dipastikan kembali digelar dengan skala yang lebih luas. Kepastian tersebut mengemuka dalam audiensi antara Fadli Zon Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dan Guruh Soekarnoputra seniman sekaligus budayawan di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (17/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Guruh Soekarnoputra yang bertindak sebagai Dewan Pembina Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026 memaparkan rencana pelaksanaan festival yang akan berlangsung pada 10–16 September 2026.
Ajang budaya internasional ini akan melibatkan sekitar 400 peserta dari 16 negara yang mewakili berbagai kawasan dunia.
Berbagai kegiatan telah disiapkan dalam festival tersebut, mulai dari parade budaya, festival tari internasional, pertunjukan seni budaya, lokakarya, hingga program sister school yang mempertemukan sekolah-sekolah dari tujuh negara.
“Partisipasi tahun ini sangat istimewa karena seluruh benua telah terwakili. Kami berharap IICF semakin dikenal sebagai salah satu agenda budaya internasional yang lahir dari Indonesia dan menjadi ruang perjumpaan budaya dunia,” ujar Guruh Soekarnoputra.
Menurut Guruh, IICF tidak hanya menghadirkan pertukaran budaya antarnegara, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keterlibatan pelajar, guru pendamping, pelaku seni, hingga sektor industri kreatif menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival tersebut.
“IICF menghadirkan dampak yang luas. Selain mempererat hubungan budaya antarbangsa, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku industri kreatif, termasuk sektor kostum pertunjukan, produksi seni, dan berbagai usaha pendukung lainnya,” katanya.
Fadli Zon Menteri Kebudayaan menyampaikan apresiasi atas keberlangsungan IICF yang telah diselenggarakan secara konsisten selama lima tahun terakhir.
Ia menilai festival tersebut telah berhasil membangun jejaring kebudayaan internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
“Kami mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan IICF yang selama lima tahun terakhir mampu menghadirkan kolaborasi budaya lintas negara. Festival seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui jalur kebudayaan,” kata Fadli Zon.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan IICF 2026 dan membuka peluang kolaborasi pada penyelenggaraan berikutnya melalui berbagai skema fasilitasi kebudayaan, termasuk pemanfaatan program Dana Indonesiaraya.
“Kementerian Kebudayaan terbuka untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama agar penyelenggaraan festival ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat serta ekosistem kebudayaan nasional,” tambahnya.
Selain membahas IICF 2026, pertemuan tersebut juga membicarakan rencana partisipasi kegiatan kesenian Indonesia di Swiss pada Agustus mendatang, serta sejumlah gagasan kreatif lain, termasuk pergelaran busana yang mengangkat kekayaan seni dan budaya Indonesia.(faz)
NOW ON AIR SSFM 100

