Selain operasi keamanan, TNI juga menjalankan operasi teritorial untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat Papua.
Kegiatan itu meliputi pembangunan gereja, penyediaan sumur bor untuk air bersih, perbaikan sekolah, pelayanan kesehatan, hingga penugasan prajurit sebagai tenaga pengajar di daerah terpencil.
“Jadi kita ke sana membantu percepatan pembangunan atau kesejahteraan masyarakat yang ada di sana, mempercepat pembangunan,” ujar Agus.
Ia menekankan pendekatan keamanan dan pembangunan harus berjalan beriringan melalui kerja sama TNI, pemerintah, serta pihak terkait lainnya agar penyelesaian persoalan Papua tidak semata-mata bertumpu pada kekuatan militer.
Sebelumnya, Egianus Kogoya pimpinan OPM Kodap III Ndugama-Derakma bersama Mayor Belia Kogeya Komandan Operasi memprotes penggunaan pesawat Super Tucano oleh TNI dalam operasi militer di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
TPNPB-OPM mengklaim serangan bom dan tembakan dari pesawat tersebut mengakibatkan enam anggotanya terluka. Kelompok itu juga menyatakan keberatan terhadap penggunaan pesawat tempur, helikopter, dan drone karena menilai operasi tersebut berpotensi membahayakan permukiman warga sipil di sekitar wilayah konflik. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

