Panti Asuhan Baitul Yatim di Kota Surabaya telah mengembalikan semua penghuninya ke keluarga yang masih berkaitan dan resmi tutup hari ini, Jumat (21/8/2026), usai adanya kasus pencabulan yang dilakukan pengasuh ke penghuni remaja disabilitas.
Indrayana Lurah Karangpoh Kecamatan Tandes membenarkan telah mencopot semua atribut panti dan memastikan tidak ada aktivitas pengasuhan seperti biasanya.
“Kita pantau terus menerus supaya tidak ada kegiatan sama sekali, takutnya nanti berkelanjutan (panti beroperasi),” katanya ditemui di kantor kelurahan, Jumat (21/8/2026).
Pemilik panti, kata Indrayana, menerima penutupan itu. Ia juga meminta maaf dan menerima akibat dari perbuatan MSN (22 tahun), anaknya sekaligus pengasuh panti yang jadi tersangka pencabulan penghuni remaja disabilitas.
“Enggak ada (penolakan), dia (pemilik panti) menerima. Minta maaf istilahnya, memang musibah (anaknya mencabuli penghuni) ya harus menerima akibatnya (panti ditutup),” paparnya.
Pantauan suarasurabaya.net di lokasi sempat terlihat balita yang keluar ke teras, namun hasil klarifikasi Indrayana ke pemilik, itu bukan penghuni melainkan cucunya.
“Saya sudah tanya kalau itu cucunya. Semua (penghuni) sudah dipulangkan,” ungkapnya.
Adapun usai penertiban hari ini, Indrayana memastikan tim akan memantau intens agar tidak ada aktivitas penitipan dan pengasuhan lagi.
Jika pemilik panti melanggar, ia memastikan akan ada tindakan atau sanksi. “Dia sudah berjanji, kalau berbohong, ya, saya nanti ambil tindakan, ada sanksinya,” tegasnya.
“Iya (kelurahan akan memantau) setelah pencopotan atribut panti asuhan hari ini,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial Kota Surabaya menginstruksikan penutupan karena hasil pengecekan dan klarifikasi, panti asuhan itu tidak punya izin.
Berdasarkan data dinsos, ada 273 panti asuhan yang berizin dan 7 panti asuhan yang tidak berizin, salah satunya Panti Asuhan Baitul Yatim. (lta/bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

