Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membujuk ibu korban pencabulan pengasuh Panti Asuhan Baitul Yatim agar berhenti jadi TKW demi mendampingi anak.
Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya menyebut, ibu remaja disabilitas inisial SK (14 tahun) selama ini bekerja sebagai TKW di Singapura.
Lima anaknya selama ini tinggal dititipkan di tempat berbeda. Salah satunya SK di panti asuhan sejak usia 3 tahun.
“SK ini dititipkan di panti itu. Lah, anak ini kembar. Yang satu (lagi) di sekolah biasa itu ikut diasuh oleh tetangganya kalau enggak salah. Terus si anak ini (SK) yang di panti,” paparnya lagi.
SK dilecehkan oleh MSN (22 tahun) pengasuh panti sejak 2023, lalu usai kasus pencabulan itu terungkap, korban diasuh ibunya.

NOW ON AIR SSFM 100

