Jumat, 21 Agustus 2026

PBB: Ebola di RD Kongo Picu Kematian hingga 1.250 Kobran dalam 20 Hari

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Alat pelindung diri yang digunakan oleh petugas kesehatan juga dipisahkan dan diangkut ke lokasi insinerasi untuk dimusnahkan sesuai dengan protokol pengelolaan limbah biomedis, menyusul meninggalnya seorang warga yang terinfeksi virus Ebola di Bunia, Republik Demokratik Kongo (RDK), pada 13 Juni 2026. Foto: Antara

Hampir sebagian besar dari 2.500 kasus kematian akibat Ebola di Republik Demokratik Kongo terjadi dalam 20 hari terakhir.

Melansir Antara pada Jumat (21/8/2026), Julien Harneis Koordinator Senior PBB untuk Ebola di RD Kongo, menjelaskan kasus Ebolah menyebar dengan cepat di wilayah tersebut hingga memicu hampir setengah kasus kematian.

Sementara itu menurut Harneis seperti dikutip RIA Novosti dalam laporannya dari Moskow, Jumat hari ini, sumber daya tambahan sangat dibutuhkan untuk mengendalikan wabah Ebola.

Menurut dia, wabah Ebola ini terjadi di sebuah wilayah yang telah terdampak konflik bersenjata selama 30 tahun, dengan kebutuhan bantuan kemanusiaan yang tinggi.

Institut Kesehatan Masyarakat Nasional RD Kongo, Kamis (20/8/2026), melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola meningkat menjadi 5.208 kasus dengan angka kematian tercatat 2.476 orang.

Wabah Ebola yang diumumkan pada 15 Mei lalu itu berbeda dari sebagian besar wabah sebelumnya lantaran belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk jenis patogen baru bernama Bundibugyo.(ant/wld/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Jumat, 21 Agustus 2026
28o
Kurs