Rabu, 2 September 2026

PCU Choir Harumkan Indonesia, Borong 3 Gelar di Malaysian Choral Eisteddfod 2026

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
PCU Choir berhasil memborong Gold Medal di tiga kategori dalam Malaysian Choral Eisteddfod 2026. Foto: PCU

Petra Christian University (PCU) Choir mengharumkan nama Indonesia di ajang Malaysian Choral Eisteddfod 2026. Tim paduan suara Universitas Kristen Petra (UK Petra) itu berhasil meraih tiga gelar juara sekaligus dalam kompetisi internasional yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada 19-23 Agustus 2026.

PCU Choir meraih Juara 1 kategori Mixed Youth Choir, Juara 2 kategori Folklore, dan Juara 3 kategori Equal Female Choir.

Tak hanya membawa pulang tiga gelar, PCU Choir juga berhasil meraih Gold Medal di ketiga kategori tersebut. Tim yang beranggotakan mahasiswa bertalenta di bidang tarik suara itu mencatat nilai rata-rata 88, melampaui ambang batas 80 yang menjadi syarat memperoleh predikat Gold Medal.

Prestasi tersebut diraih setelah PCU Choir bersaing dengan tim-tim dari berbagai negara, di antaranya Rusia, Kosovo, Tiongkok, Hong Kong, Filipina, Singapura, Thailand, Malaysia, serta sejumlah tim Indonesia lainnya.

Onny Prihantono Pelatih PCU Choir sekaligus Project Captain mengatakan, persaingan di Malaysian Choral Eisteddfod 2026 tidak mudah.

Selain menghadapi kompetitor berpengalaman, para penyanyi harus tampil dalam kondisi yang membuat setiap detail vokal terdengar sangat jelas oleh dewan juri.

“Jarak antara penyanyi dan juri hanya sekitar dua meter, ditambah akustik ruangan yang sangat kering. Setiap desah napas dan detail vokal benar-benar diuji. Namun Puji Tuhan, kerja keras anak-anak mampu menghadirkan perpaduan suara yang rapi, jernih, dan sangat ekspresif,” ujar Onny, Rabu (2/9/2026).

Menurut Onny, keberhasilan tersebut merupakan hasil latihan intensif selama enam bulan. Persiapan mencakup pembentukan dan pembenahan teknik vokal, penguasaan lagu, hingga pendalaman interpretasi.

Sebanyak 39 penyanyi dan dua conductor mempersiapkan tujuh lagu untuk dibawakan dalam kompetisi internasional tersebut.

“Awalnya kami latihan dua sampai tiga kali seminggu selama tiga hingga empat jam, kemudian ditingkatkan menjadi lima kali seminggu dengan durasi lima hingga delapan jam sehari saat libur semester,” kata Onny yang didampingi Evelyn Merrelita selaku vocal coach.

Proses persiapan juga menjadi tantangan tersendiri karena tim harus mengembangkan kemampuan penyanyi, termasuk mereka yang masih tergolong pemula, agar mampu tampil dalam standar kompetisi internasional.

Dukungan panitia dan orang tua mahasiswa turut menjadi bagian penting dalam persiapan keberangkatan. Para orang tua bahkan ikut menggalang sponsor untuk mendukung keikutsertaan tim dalam kompetisi tersebut.

Sebelum bertolak ke Malaysia, PCU Choir juga menggelar Pre-Competition Concert. Konser tersebut menjadi ajang untuk menguji kesiapan penampilan sekaligus meminta dukungan publik sebelum tampil di panggung internasional.

Momen pengumuman pemenang pada awarding night menjadi salah satu titik emosional bagi anggota PCU Choir. Selain merayakan kemenangan sendiri, mereka juga turut memberikan dukungan kepada tim-tim Indonesia lainnya yang berlaga dalam kompetisi tersebut.

“Saat awarding night, euforianya luar biasa. Kami tidak hanya menangis haru atas kemenangan tim sendiri, tetapi juga bersorak bangga untuk tim Indonesia lainnya khususnya tim adik kami, Petra Children Choir, yang juga berhasil menjadi juara,” ungkap Aris Sudibyo Kepala Pusat Pengembangan Musik Gerejawi (PPMG) UK Petra yang menaungi PCU Choir.

Keikutsertaan PCU Choir dalam Malaysian Choral Eisteddfod 2026 merupakan bagian dari agenda rutin dua tahunan PPMG UK Petra. Program tersebut menjadi upaya UK Petra membawa nama kampus sekaligus Indonesia ke panggung paduan suara dunia. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 2 September 2026
32o
Kurs