Sabtu, 26 September 2026

Pelni Surabaya Ungkap Modus Penipuan Tiket Makin Beragam, Pelaku Pakai Akun Palsu hingga VA

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Calon penumpang menuju kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Foto: Risky suarasurabaya.net

Modus penipuan tiket kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) semakin beragam, mulai dari penggunaan akun media sosial palsu, hingga pelaku yang mengaku sebagai agen atau petugas untuk meyakinkan calon penumpang sebelum meminta pembayaran.

Terkait maraknya penipuan ini, Roni Abdullah Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Surabaya mengimbau masyarakat lebih waspada, dan tidak mudah percaya terhadap tawaran tiket yang prosesnya tidak sesuai prosedur.

“Modus penipuan saat ini semakin beragam, sehingga masyarakat perlu lebih teliti sebelum melakukan transaksi,” terangnya, Sabtu (26/9/2026).

Ia menjelaskan, pelaku dapat membuat akun media sosial palsu dengan menggunakan foto dan video yang diambil dari akun resmi perusahaan pelayaran milik BUMN tersebut.

Pelaku kemudian menawarkan tiket dengan proses cepat atau harga yang terlihat menarik, sebelum mengarahkan calon korban melakukan pembayaran melalui virtual account (VA) atau metode tertentu yang seolah-olah merupakan bagian dari transaksi resmi.

Pihaknya mengimbau calon penumpang untuk memastikan informasi jadwal kapal, ketersediaan tiket, harga, hingga proses pembelian melalui kanal resmi.

“Jangan hanya tergiur karena ditawarkan tiket dengan proses yang cepat atau harga yang terlihat menarik. Pastikan terlebih dahulu sumber informasinya dan lakukan pembelian hanya melalui Aplikasi resmi. Jika ada pihak yang meminta pembayaran dengan cara yang mencurigakan, sebaiknya jangan dilanjutkan sebelum mendapatkan kepastian,” jelasnya.

Sejumlah ciri yang patut dicurigai, lanjut dia, antara lain penawaran tiket melalui akun media sosial atau nomor pribadi yang tidak dapat diverifikasi, pelaku mengaku sebagai pegawai atau agen resmi tanpa identitas yang jelas, serta harga atau biaya yang tidak sesuai dengan informasi resmi.

Calon penumpang juga diminta waspada jika diarahkan mentransfer uang ke rekening pribadi, atau rekening yang tidak jelas keterkaitannya dengan transaksi resmi.

Modus lainnya yakni pelaku meminta data pribadi atau kode tertentu dengan alasan untuk proses penerbitan tiket, menekan calon korban agar segera membayar dengan alasan tiket akan habis, hingga memberikan bukti pembayaran atau tiket yang tidak dapat diverifikasi melalui sistem resmi.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan data pribadi maupun informasi lain yang bersifat rahasia kepada pihak yang mengaku sebagai petugas resmi,” imbuhnya.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum membeli tiket maupun melakukan pembayaran untuk mencegah penipuan.(ris/bil/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 26 September 2026
30o
Kurs