Kebakaran pabrik sepatu di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto yang terjadi sejak, Kamis (17/9/2026) siang kemarin, belum sepenuhnya padam hingga, Jumat (18/9/2026) pagi.
Rinaldi Rizal Sabirin Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, petugas masih fokus memadamkan satu bangunan gudang material di bagian tengah kompleks pabrik.
“Sampai dengan saat ini masih dilakukan usaha pemadaman terhadap satu bangunan di pabrik tersebut, yang isinya itu adalah gudang bahan baku membuat sepatu. Seperti tumpukan karet, karton, kemudian kertas dan bahan-bahan kimia mudah terbakar seperti thinner,” kata Rinaldi saat on air di Radio Suara Surabaya, Jumat pagi.
Menurutnya, kemarin sore, api memang sudah berhasil dikendalikan agar tidak merembet ke bangunan lain yang berisi mesin dan peralatan produksi. Tapi, proses pemadaman total terkendala setelah rangka atap bangunan roboh pada Kamis sore, dan menutupi material yang masih terbakar.
“Pada saat dilakukan pemadaman itu, sorenya atap bangunan itu roboh. Rangka atapnya roboh menutupi material yang sedang kita berusaha padamkan. Jadi kami kesulitan memadamkan karena yang terbakar itu ketutup rangka atap,” jelasnya.
BACA JUGA: Kronologi Kebakaran Pabrik Sepatu di Dlanggu Mojokerto
Selain rangka atap, sebagian dinding bangunan juga roboh dan menimbun material di dalam gudang. Kondisi itu membuat bara masih bertahan di lapisan bawah tumpukan karet, karton, kertas, hingga bahan kimia.
Petugas juga sempat kesulitan masuk ke dalam bangunan pada malam hari, karena asap tebal dan risiko runtuhan. “Material yang terbakar itu tertutup sama dinding bangunan dan rangka atapnya. Jadi masih ada bara terus di material-material seperti karet, karton, thinner dan sebagainya,” ujarnya.
Rinaldi menyebut, tumpukan material di dalam gudang cukup tinggi, bahkan mencapai lima sampai 10 meter. Karena itu, material harus diurai agar air bisa menjangkau titik api di bagian bawah.
“Ini harus diurai karena kita basahin yang atas, yang bawah masih terbakar. Nanti yang bawah akan membakar yang atas lagi,” katanya.
Untuk mempercepat proses pemadaman, alat berat mulai dikerahkan pada Jumat pagi, guna mengangkat rangka atap serta membuka bagian bangunan yang menutup tumpukan material.
Sebanyak tujuh unit pemadam kebakaran juga masih disiagakan di lokasi, terdiri atas empat unit dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan tiga unit bantuan dari wilayah sekitar.
Petugas tetap diminta berhati-hati karena masih terdapat bahan kimia mudah terbakar seperti thinner serta potensi ledakan dan runtuhnya dinding bangunan.
“Teman-teman harus hati-hati sekali karena di situ masih ada kayak thinner dan segala macam itu. Kita masih mengira karena ada ledakan dari dalam. Memang kita harus hati-hati sekali,” kata Rinaldi.
Sebelumnya, kebakaran pabrik sepatu tersebut terjadi Kamis siang. Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari percikan aktivitas pengelasan dalam proyek renovasi kantor di lantai dua yang kemudian merembet ke material karton di gudang bagian tengah pabrik.
Saat kebakaran terjadi, para pekerja berada di lantai satu. Sejumlah karyawan sempat mengalami gangguan pernapasan, tetapi kondisinya dilaporkan telah membaik. Aktivitas pabrik sementara dihentikan selama proses penanganan berlangsung. (bil/ipg)








