Kamis, 24 September 2026

Pemerintah Gandeng Lembaga Inkubator untuk Membina Pelaku UMKM

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Maman Abdurrahman Menteri UMKM saat sambutan dalam Pro-Kesra Bursa Wirausaha Unggulan dan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang digelar di Gedung Robotika ITS, Rabu (23/9/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Maman juga menyerap banyak aspirasi dari pelaku UMKM mengenai tantangan kompleks yang mereka alami dalam menjalankan usaha. Beberapa di antaranya seperti, perizinan, sertifikasi, permodalan, serta pasar.

“Banyak yang datang ke kami, dan masing-masing isunya berbeda. Tapi menurut saya yang paling penting dari itu semua adalah bagaimana cara mereka bisa menjangkau pasar,” tambahnya.

Menurut Maman, masih banyak pelaku UMKM yang bingung dan tidak mampu memasarkan produknya. Terutama UMKM yang bergerak di bidang garmen.

Berdasarkan data yang diterima Maman, saat ini pasar garmen domestik banyak dipenuhi oleh produk impor. Salah satunya produk dari Cina.

“Maka, dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Dirjen Bea Cukai, Kemenko Perekonomian, dan beberapa instansi terkait untuk mulai membatasi masuknya barang-barang impor dari luar. Salah satunya garmen, baju, tekstil, segala macam. Ini yang paling sering kita gunakan agar industri domestik kita, agar UMKM lokal kita juga mampu berdaya saing dan produk-produk dari Cina itu tidak lagi membanjiri di Indonesia,” jelasnya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 24 September 2026
27o
Kurs