Maman juga menyerap banyak aspirasi dari pelaku UMKM mengenai tantangan kompleks yang mereka alami dalam menjalankan usaha. Beberapa di antaranya seperti, perizinan, sertifikasi, permodalan, serta pasar.
“Banyak yang datang ke kami, dan masing-masing isunya berbeda. Tapi menurut saya yang paling penting dari itu semua adalah bagaimana cara mereka bisa menjangkau pasar,” tambahnya.
Menurut Maman, masih banyak pelaku UMKM yang bingung dan tidak mampu memasarkan produknya. Terutama UMKM yang bergerak di bidang garmen.
Berdasarkan data yang diterima Maman, saat ini pasar garmen domestik banyak dipenuhi oleh produk impor. Salah satunya produk dari Cina.
“Maka, dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Dirjen Bea Cukai, Kemenko Perekonomian, dan beberapa instansi terkait untuk mulai membatasi masuknya barang-barang impor dari luar. Salah satunya garmen, baju, tekstil, segala macam. Ini yang paling sering kita gunakan agar industri domestik kita, agar UMKM lokal kita juga mampu berdaya saing dan produk-produk dari Cina itu tidak lagi membanjiri di Indonesia,” jelasnya.

NOW ON AIR SSFM 100

