“Mampu menekan TPT hingga mendekati level terendah di tengah basis angkatan kerja yang melonjak masif menegaskan pesatnya penciptaan dan penyerapan lapangan kerja baru di berbagai sektor ekonomi,” ujarnya dilansir dari Antara.
Secara historis, tingkat pengangguran terbuka nasional pernah mencapai 11,24 persen pada 2005. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 7,07 persen pada 2020, ketika pandemi Covid-19 menekan aktivitas ekonomi dan pasar kerja.
Pemerintah menilai tren penurunan TPT hingga 2026 mencerminkan pemulihan ekonomi serta peningkatan daya saing industri nasional.
Meski demikian, pemerintah menyatakan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja tetap menjadi prioritas. Sejumlah langkah yang disiapkan mencakup pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan atau upskilling, serta peningkatan utilisasi industri.
“Pemerintah terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui program pelatihan vokasi, upskilling, dan peningkatan utilisasi industri. Fokus kita bukan hanya mempertahankan angka pengangguran di tingkat rendah, tetapi juga memastikan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat,” tutur Haryo. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

