RUU LLAJ turut mengatur mekanisme pemeriksaan dan penindakan terhadap pelanggaran daya angkut dan/atau cara pengangkutan barang. Pengawasan tersebut diwajibkan menggunakan peralatan elektronik untuk mendukung penerapan sanksi pidana.
Sementera itu, Syaiful Huda Wakil Ketua Komisi V DPR mengatakan persoalan kendaraan dengan muatan berlebih menjadi salah satu perhatian parlemen dalam pembahasan RUU LLAJ.
“Keberadaan ODOL menjadi ancaman keselamatan bagi pengguna jalan, bahkan sering kali menjadi sebab terjadinya kecelakaan,” ucap dia.
Syaiful menyebut data Korps Lalu Lintas Polri menunjukkan angka kecelakaan di jalan tol masih relatif tinggi setiap tahun. Truk ODOL, menurut dia, menjadi salah satu penyumbang terbesar kecelakaan tersebut.
Pada 2022, tercatat 1.464 kecelakaan di jalan tol yang menyebabkan 688 orang meninggal dunia, 237 orang mengalami luka berat, dan 2.564 orang luka ringan.
Jumlah kecelakaan meningkat pada 2023 menjadi 1.656 kasus. Pada tahun tersebut, kecelakaan menyebabkan 704 orang meninggal dunia, 285 orang luka berat, dan 2.971 orang luka ringan. (ant/ham/rid)








