Pemerintah RI menyiapkan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk perbaikan madrasah yang ada di seluruh Indonesia. Besaran ini, kata Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, sudah sesuai dengan laporan terkait perbaikan gedung madrasah.
“Iya, kalau untuk (perbaikan gedung madrasah), kami mendapatkan laporan kemarin itu sekitar Rp4 triliun seluruh Indonesia,” katanya, Rabu (24/6/2026) kemarin, saat meninjau pembangunan gedung baru Pondok Pesantren (Ponpes) Al -Khoziny, di Buduran, Sidoarjo.
Menurut laporan yang diterima AHY, ada sekitar 1.400-an bangunan madrasah di seluruh Indonesia yang akan dilakukan renovasi dengan kondisi yang beragam, mulai rusak sedang hingga berat.
“Ada 1.400-an madrasah yang akan kita renovasi, dan kondisinya memang berbeda-beda ya, ada yang rusaknya rusak berat, ada yang rusaknya sedang. Tapi semuanya kita coba lakukan perbaikan, kurang lebih anggarannya tadi, sekitar Rp4 triliun,” ungkapnya.
Proyek renovasi madrasah ini dilakukan setelah adanya peristiwa ambruknya Ponpes Al-Khoziny pada September 2025 lalu.
Karena kejadian itu, pemerintah ingin turut andil dalam pembangunan madrasah sebagai tempat pendidikan dengan standar keamanan dan kenyamanan yang layak.
“Kita bisa menghadirkan sesuatu yang lebih baik dan nyaman bagi para santri agar mereka bisa fokus pada proses belajar-mengajar, mengaji, belajar agama, dan juga tentunya membangun akhlak mulia untuk bangsa dan negara,” jelasmya.
Sehingga, pemeringah merasa perlu mengawal proses renovasi madrasah yang saat ini dilakukan di Indonesia.
“Kami juga terus mengawal renovasi madrasah di seluruh Indonesia. Kurang lebih 1.400-an madrasah di berbagai tingkatan di seluruh Indonesia, yang tentunya kita harapkan juga semakin baik kondisinya, dan itu adalah modal penting untuk membangun SDM kita ke depan,” tutupnya.(kir/lta/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

