Nezar, yang ditemui dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026, mengatakan penyusunan formula tarif perlu mempertimbangkan karakteristik layanan pengantaran barang dan makanan yang berbeda dari layanan pengantaran penumpang.
Perbedaan tersebut antara lain menyangkut tingkat risiko yang dihadapi pengemudi, struktur biaya transportasi, serta karakteristik barang yang diantarkan, termasuk berat dan bentuk pengirimannya.
“Risiko pengantaran barang dan makanan berbeda dengan mengantar orang. Biaya transportasi untuk barang dan makanan juga tidak sama,” kata Nezar dilansir dari Antara, Selasa (13/10/2026).
Karena itu, mekanisme tarif layanan ODD nantinya tidak serta-merta mengikuti pola tarif batas atas dan batas bawah yang diterapkan pada layanan pengantaran penumpang.
Saat ini, Komdigi masih mendalami berbagai komponen yang akan menjadi dasar pembentukan formula tarif.
NOW ON AIR SSFM 100

