Pemerintahan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) membuka peluang untuk mengambil kepemilikan saham di perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI, sebagai bagian dari skema yang diklaim dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat AS.
Melansir TechCrunch, Minggu (7/6/2026), wacana itu mencuat setelah CNBC melaporkan bahwa pemerintahan Trump tengah berdiskusi dengan OpenAI mengenai kemungkinan pemerintah memiliki saham di perusahaan pengembang ChatGPT tersebut.
Trump sendiri mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara dengan sejumlah perusahaan AI terkait berbagai konsep kerja sama yang memungkinkan masyarakat AS ikut menikmati keuntungan dari pertumbuhan industri AI.
“Saya telah berbicara dengan para eksekutif AI mengenai konsep di mana sebagian kepemilikan dapat diberikan kepada masyarakat Amerika, sehingga masyarakat pada dasarnya menjadi mitra perusahaan-perusahaan itu,” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One, seperti dikutip Bloomberg.
Menurut laporan CNBC, sebagian saham yang berpotensi dimiliki pemerintah itu dapat digunakan untuk mendanai Public Wealth Fund atau dana kekayaan publik, yang sebelumnya diusulkan OpenAI.
Dalam konsep tersebut, hasil pengelolaan dana nantinya dapat dibagikan langsung kepada warga AS agar lebih banyak masyarakat bisa menikmati manfaat ekonomi dari perkembangan AI, tanpa memandang tingkat kekayaan atau akses modal yang dimiliki.
Bloomberg juga melaporkan bahwa Sam Altman CEO OpenAI telah membahas kemungkinan keterlibatan pemerintah dalam kepemilikan perusahaan-perusahaan AI besar sejak awal 2025.
Langkah ini dinilai sejalan dengan pendekatan Trump yang sebelumnya mendukung keterlibatan pemerintah dalam perusahaan-perusahaan strategis. Salah satu contohnya adalah ketika pemerintah AS mengambil sekitar 10 persen saham perusahaan semikonduktor Intel pada tahun lalu.
Gagasan keterlibatan publik dalam kepemilikan perusahaan AI juga mendapat perhatian dari kalangan politik AS. Senator Bernie Sanders baru-baru ini mengusulkan pajak satu kali sebesar 50 persen terhadap perusahaan AI seperti OpenAI, Anthropic, dan xAI dalam bentuk saham perusahaan.
Menurut Sanders, kebijakan itu akan memberikan masyarakat peran langsung dalam menentukan masa depan teknologi AI, sekaligus memastikan keuntungan besar dari industri tersebut dapat dinikmati secara lebih luas.
Namun, usulan tersebut menuai kritik. David Sacks, investor sekaligus mantan penasihat AI Gedung Putih menilai gagasan itu berpotensi mempercepat penyatuan kepentingan korporasi dan pemerintah.
Di tengah perdebatan tersebut, muncul pula spekulasi bahwa langkah-langkah yang sedang dibahas saat ini dapat menjadi landasan bagi dukungan atau keterlibatan pemerintah yang lebih besar terhadap OpenAI di masa depan. (bil)
NOW ON AIR SSFM 100

