Minggu, 19 April 2026

OpenAI Luncurkan GPT-Rosalind untuk Percepat Riset Biologi dan Pengembangan Obat

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi ChatGPT. Foto: Getty Images

OpenAI memperkenalkan model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT-Rosalind yang dirancang untuk membantu ilmuwan mempercepat riset di bidang ilmu hayati, termasuk biologi dan pengembangan obat.

Melansir Antara, dalam unggahan blog OpenAI pada Kamis (16/4/2026), model AI tersebut dinamai dari Rosalind Franklin, ilmuwan yang berperan penting dalam mengungkap struktur DNA dan menjadi dasar bagi biologi molekuler modern.

Model ini dikembangkan untuk membantu pengolahan dan penyortiran data penelitian, sehingga dapat mempercepat proses pengembangan, persetujuan, hingga distribusi obat baru.

OpenAI juga menyebut bahwa secara umum, proses pengembangan dan persetujuan obat di Amerika Serikat dapat memakan waktu sekitar 10 hingga 15 tahun.

Sementara menurut siaran C-net pada, Minggu (19/4/2026), ​​​​​​​GPT-Rosalind dirancang untuk meningkatkan pemilihan target riset dan menciptakan hipotesis yang lebih kuat demi eksperimen yang lebih berkualitas.

Model ini telah diuji pada topik seperti kimia organik, protein, dan genetika. Para peneliti dapat menggunakannya untuk menemukan literatur ilmiah yang relevan bagi pekerjaan mereka atau merancang eksperimen.

Selain OpenAI, Google DeepMind juga mengembangkan banyak model AI untuk riset ilmiah. Model AI seperti AlphaFold telah membuat penciptanya meraih bagian dari Hadiah Nobel Kimia 2024.

“Bagi saya, kegunaan terbaik AI adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia dan mempercepat penemuan ilmiah,” kata Demis Hassabis CEO Google DeepMind.

Anthropic pada Januari meluncurkan Claude for Life Sciences untuk tujuan yang sama.

Beberapa ilmuwan sebelumnya menyatakan kekhawatiran tentang seberapa cepat AI memasuki ruang sains, serta memperingatkan tentang potensi kerentanan, penyalahgunaan, dan masalah representasi data dalam penggunaan model AI untuk riset.​​​​​​​

OpenAI menyatakan bahwa GPT-Rosalind memiliki mekanisme pengamanan untuk melindunginya dari penyalahgunaan, seperti pembuatan senjata biologis, dan telah bekerja sama dengan berbagai organisasi teknologi bioteknologi, farmasi, dan ilmu hayati untuk mendukung riset dan penemuan ilmiah.​​​​​​​

GPT-Rosalind kini tersedia sebagai pratinjau penelitian di ChatGPT, Codex, dan API untuk pelanggan yang memenuhi syarat melalui program akses terpercaya OpenAI.

OpenAI bekerja sama dengan pelanggan seperti Amgen, Moderna, Allen Institute, dan Thermo Fisher Scientific untuk menerapkan GPT-Rosalind di seluruh alur kerja yang mempercepat penelitian dan penemuan.​​​​​​​

Sean Bruich, wakil presiden senior kecerdasan buatan dan data di perusahaan biofarmasi Amgen, mengatakan bahwa pekerjaan ilmiah membutuhkan ketelitian.

“Kolaborasi unik kami dengan OpenAI memungkinkan kami menerapkan kemampuan dan peralatan paling canggih mereka dengan cara baru dan inovatif yang berpotensi mempercepat cara kami menyalurkan obat-obatan kepada pasien,” tandasnya.(ant/ily/bil/ham​)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 19 April 2026
32o
Kurs