Pelantikan rektor baru Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya akan digelar pada pekan kedua Oktober 2026 setelah kampus memadatkan seluruh tahapan seleksi calon rektor periode 2026-2030.
Saat ini, sebanyak 15 calon rektor UINSA dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan selanjutnya mengikuti tahapan pertimbangan kualitatif oleh senat.
“Semua calon sudah terverifikasi dan bisa lanjut ke tahapan selanjutnya,” terang Prof. Achmad Zaini, Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor UINSA Surabaya.
15 nama tersebut selanjutnya diserahkan kepada Senat UINSA. Senat dijadwalkan menggelar rapat tertutup untuk memberikan pertimbangan kualitatif kepada masing-masing calon, pada Rabu (7/10/2026).
Hasil penilaian senat kemudian diserahkan kembali kepada rektorat pada Kamis (8/10/2026).
Selanjutnya, dokumen hasil penjaringan beserta pertimbangan kualitatif akan dikirimkan kepada Kementerian Agama RI di Jakarta pada Jumat (9/10/2026).
Pemadatan tahapan pemilihan rektor tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 68.
Sebelumnya, Khairunnas Irjen Kemenag RI mengatakan bahwa regulasi tersebut mengatur batas waktu paling lama, sehingga proses dapat dipercepat selama seluruh prosedur tetap dipenuhi.
“Regulasi mengatur batas waktu paling lama, bukan paling singkat. Jika panitia, senat, dan komisi seleksi bergerak cepat, proses pemilihan ini bisa tuntas sekitar 20 hari,” jelasnya.
Adapun 15 calon rektor UINSA yang lolos verifikasi yakni Prof. Wahidah Zein Br Siregar, Prof. Abdul Kadir Riyadi, Prof. Mohammad Thohir, Prof. Titik Triwulan, Prof. Masdar Hilmy, Prof. Abdul Chalik, Prof. Khoirun Niam, Prof. Evi Fatimatur Rusydiyah, Prof. Zumrotul Mukaffa, Prof. Siti Warjiyati, Prof. Rubaidi, Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati, Prof. Mohammad Kurjum, Prof. Achmad Muhibin Zuhri, dan Prof. Nur Kholis.
Seperti diketahui, pemilihan rektor baru tersebut dilakukan setelah Akhmad Muzakki mundur dan dicopot dari jabatan Rektor UINSA pada 22 September 2026.
Sebelumnya, pelantikan Akhmad Muzakki sebagai rektor periode 2026-2030 memicu gelombang demonstrasi dari mahasiswa dan protes dari sivitas akademika UINSA. Polemik tersebut juga dibawa ke Komisi VIII DPR RI.
Saat ini, posisi rektor UINSA dijalankan sementara oleh Prof. Amien Suyitno, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, sebagai Plt Rektor. (ris/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

