Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo akan membahas penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 566 siswa, Rabu (2/9/2026).
Dokter Lakhsmie Herawati Yuwantina Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menyebut, penentuan KLB ini akan diputuskan bersama Sekda Kabupaten Sidoarjo.
“Nanti sedang kita diskusikan nanti siang,” ungkapnya saat meninjau evakuasi korban dugaan keracunan MBG Ponpes Manbaul Hikam, Rabu (2/9/2026).
Untuk memastikan dugaan keracunan, kata Lakhsmie, Dinkes Sidorjo sudah mengambil sampel muntahan siswa dan bahan makanan untuk diuji ke laboratorium kesehatan Surabaya.
“Kurang lebih (hasilnya) satu minggu,” katanya lagi.
Dia menekankan, jika benar hasil lab menunjukkan penyebab dugaan keracunan karena produk olahan MBG, perlu investigasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) soal kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Kemudian kan ini dari makanan datang sampai dengan dikonsumsi itu kan ada batas waktunya. Nah, ini sudah betul atau tidak itu yang perlu kita investigasi dan tentunya bukan dari Dinkes saja. Eh, dari berbagai unsur termasuk dari BGN nanti diturunkan,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, hingga Rabu per pukul 11.45 WIB data terbaru jumlah korban mencapai 566 siswa, dengan 123 siswa di antaranya dirawat di rumah sakit. (lta/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

