Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan dukungan terhadap langkah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sidoarjo dalam memperkuat iklim usaha dan investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dukungan itu diharapkan berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan daya saing UMKM, hingga penguatan koneksi UMKM dengan sektor industri.
Komitmen tersebut disampaikan Subandi Bupati Sidoarjo saat menerima audiensi pengurus HIPMI Sidoarjo di Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan investasi, pengembangan kewirausahaan, peningkatan daya saing UMKM, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Subandi menegaskan pemerintah daerah akan terus mendukung pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, situasi ekonomi yang penuh tantangan harus dihadapi dengan semangat berusaha dan inovasi.
“Saya akan support dan mendukung. Hari ini kita dihadapkan situasi yang sangat sulit. Pasang surut itu biasa bagi entrepreneur,” kata Subandi dalam keterangan resminya.

Ia mengatakan dukungan pemerintah akan diwujudkan melalui berbagai program dan anggaran yang melekat di perangkat daerah. Menurutnya, HIPMI memegang peran penting sebagai wadah pengusaha muda yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
“Mudah-mudahan bentuk support dan dukungan yang melekat di dinas-dinas bisa membantu HIPMI sebagai ujung tombak lahirnya entrepreneur. Kalau sifatnya berjuang dan membesarkan usaha, pemerintah akan tetap mendukung,” ujarnya.
Subandi berharap geliat dunia usaha di Kabupaten Sidoarjo, terutama yang digerakkan anak muda, dapat berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), perluasan kesempatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.
“Jika dunia usaha ini berkembang khususnya anak-anak muda Sidoarjo, maka selain berdampak pada PAD juga ikut menciptakan lapangan kerja baru di Sidoarjo,” jelasnya.
Sementara itu, Zakaria Dimas Pratama Ketua HIPMI Sidoarjo mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo pada 2025 mencapai 5,63 persen. Ke depan, HIPMI menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah bisa didorong hingga 7 sampai 8 persen melalui penguatan investasi dan sektor usaha produktif.
Menurut Zakaria, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sidoarjo. Namun, banyak UMKM yang belum terhubung dengan rantai pasok industri sehingga belum merasakan manfaat maksimal dari pertumbuhan sektor tersebut.
“Banyak UMKM yang belum terhubung dengan rantai pasok industri. Selama ini masih banyak yang bergerak di sektor ritel. Karena itu perlu ada jembatan dan intervensi agar UMKM bisa naik kelas dan menjadi bagian dari ekosistem industri yang lebih besar,” ujarnya.
HIPMI juga menilai masih ada aset daerah yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah yang dinilai penting ialah pengembangan klaster usaha agar keterhubungan antara UMKM dan pelaku usaha skala besar semakin kuat sehingga tercipta ekosistem bisnis yang saling menopang.
Happy Setianingtyas Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan HIPMI. Ia memastikan program-program HIPMI yang sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah akan disinergikan untuk memperkuat sektor usaha dan industri di Kabupaten Sidoarjo.
“Program kegiatan HIPMI yang bisa diadopsi akan kami sinergikan dengan program pemerintah daerah,” katanya. (adv/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

