Senin, 8 Juni 2026

Pemkot Surabaya Akan Awasi Berkala Truk Sampah, Cegah Kebocoran Lindi

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Wasis Sutikno Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya saat sidak di Jalan Raya Tandes Kamis (4/6/2026) malam. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengawasi beekala truk sampah, mencegah kebocoran lindi atau air limbah.

Wasis Sutikno Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menyebut, sebelumnya sidak sempat dilakukan di Jalan Raya Tandes Kamis (4/6/2026) malam.

Temuannya, sejumlah armada perlu mendapat perhatian, baik kendaraan milik swasta maupun DLH.

“Kita temukan angkutan swasta itu bak kontainernya bolong-bolong. Kemudian kalau compact-nya teman-teman (DLH) kita cek kelayakan waktu jalan malam, lampu-lampu sein, rem dan lain-lain. Ada satu yang lampu rem belakangnya enggak nyala, mati,” kata Wasis, Senin (8/6/2026).

Sejumlah armada dengan kerusakan ringan langsung diberikan teguran untuk perbaikan.

“Saya tanya (sopirnya) kenapa enggak segera diganti? Katanya besok nunggu jadwal. Loh kenapa nunggu besok? Ini kan harus segera lapor, kan bisa langsung diganti,” ujarnya.

DLH juga memeriksa sistem penampungan air lindi truk compactor untuk memastikan tidak terjadi kebocoran yang menyebabkan cairan sampah tercecer selama proses pengangkutan menuju TPA.

“Kalau seal-nya rusak atau ada yang keropos penampungannya itu di jalan (air lindi) keluar. Nah, itu juga kita cek,” imbuhnya.

Hasilnya, beberapa armada berisi banyak lindi. Sehingga ke depan pengawasan akan dilakukan berulang.

“Kita cek ternyata ada (armada) yang banyak isinya (lindi). Jadi kita keluarkan sekalian, kita tap di situ lalu kita semprot. Memang banyak lindi-nya, tapi yang penting penampungannya enggak bocor,” katanya.

“Kita lakukan berkala. Mungkin kemarin yang jalur selatan, kapan waktu nanti kita ingin yang jalur utara. Kan ada yang lewat utara, selatan dan Jalan Tol. Paling enak di Jalan Jawar, akses mau ke TPA itu kan semuanya pasti kumpul (lewat) sana,” tegasnya.

Total DLH Surabaya mengoperasikan sekitar 104 armada truk sampah yang terdiri dari compactor dan arm roll. Melayani 195 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya.

“Total armada kita ada 104, terdiri dari truk compactor sama arm roll. Sedangkan TPS kita jumlahnya 195,” tuturnya.

DLH Surabaya juga tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan air lindi. Salah satunya rencana pembuangan lindi di TPS sebelum armada diberangkatkan ke TPA.

Tapi penerapan mekanisme itu katanya masih terkendala fasilitas pendukung di TPS yang sebagian besar belum punya alat pembersih bertekanan tinggi (karcher) yang diperlukan untuk membilas area pembuangan lindi.

“Itu yang memang lagi kita susun, SOP-nya yang baik gimana. Ini kan kita lagi pengadaan karcher,” ujar Wasis.

Targetnya, akan ada pengadaan 195 unit karcher rampung pada Juni, sesuai jumlah TPS yang tersebar di Kota Surabaya.

Setiap TPS nantinya akan memiliki satu unit alat pembersih untuk mendukung pengelolaan lindi yang lebih optimal.

“Rencana pengadaan karcher bulan ini, jumlahnya sesuai TPS. Jadi setiap TPS nanti akan dilengkapi satu karcher,” pungkasnya. (lta/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Senin, 8 Juni 2026
26o
Kurs