Sabtu, 6 Juni 2026

Pemkot Surabaya Evaluasi Efektivitas Pembinaan Remaja yang Terjaring Kasus Kenakalan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ida Widayati, Kepala Dinas DP3APPKB saat mengisi talkshow Semanggi Suroboyo di studio Suara Surabaya, Jumat (13/2/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengevaluasi efektifitas program pembinaan terhadap remaja yang terjaring kasus kenakalan.

Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya menyebut, berdasarkan data Satpol PP Kota Surabaya, total lebih dari 450 kasus tahun lalu.

Kemudian tahun 2026 ini jumlah kasus kenakalan remaja di bawah 100.

“Alhamdulillah ada penurunan yang cukup signifikan, terutama sejak diberlakukannya kebijakan jam malam bagi anak-anak,” katanya, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, penurunan ini berkaitan dengan efektivitas program pembinaan remaja yang terjaring.

Sebelumnya, anak yang terjaring hanya menjalani konseling singkat di markas Satpol PP sebelum dipulangkan.

Namun mulai pertengahan tahun lalu, mereka ditempatkan di Rumah Aman untuk mendapatkan pembinaan menyeluruh.

“Kami ubah polanya. Tidak hanya konseling singkat, tetapi ada edukasi yang lebih mendalam. Anak-anak kami berikan pemahaman tentang dampak kriminalitas, bahaya narkoba bagi kesehatan, hingga penguatan wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Program pembinaan itu berlangsung selama 7 hingga 14 hari. Anak mendapat pendampingan psikologis, sembari sekolah daring.

“Program ini sendiri telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu dan secara bertahap menunjukkan dampak positif. Jumlah anak yang harus menjalani pembinaan di rumah aman kini semakin berkurang, seiring meningkatnya kesadaran dan efek jera dari pendekatan yang diterapkan,” terangnya.

Kasus kenakalan itu misalnya terlibat konsumsi minuman keras, tawuran, hingga keterlibatan geng motor.

Pemkot mendorong peran keluarga dan lingkungan melalui edukasi orang tua agar pengawasan anak lebih optimal.

“Kami berharap anak-anak muda bisa memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang positif. Karena perilaku negatif tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga sangat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan mereka,” tutupnya. (lta/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Sabtu, 6 Juni 2026
30o
Kurs