Kamis, 10 September 2026

Pemkot Surabaya Lanjutkan 950 Meter Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti di 2026

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Pengerjaan pelebaran Jalan Wiyung-Menganti. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melanjutkan proyek pelebaran Jalan Wiyung-Menganti, sepanjang 950 meter di 2026.

Hidayat Syah Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mengatakan, pekerjaan pelebaran Jalan Wiyung-Menganti dimulai dari perempatan Jalan Babatan Unesa ke arah barat hingga Wisma Lidah Kulon.

“Jadi, pelebaran Jalan Wiyung-Menganti dari perempatan Jalan Babatan Unesa kita ke arah barat sampai dengan Wisma Lidah Kulon,” ujar Hidayat Syah, Kamis (10/9/2026).

Hidayat menjelaskan, proyek multiyears itu sebelumnya, pembangunan telah terealisasi sepanjang 350 meter pada 2025.

Sementara pekerjaan pada 2026-2027 mencakup pembangunan sepanjang 1.900 meter.

“Pekerjaan ini multiyears, dikerjakan tahun 2026 dan 2027 sepanjang 1.900 meter. Untuk target tahun 2026 ini kita selesaikan 950 meter,” tuturnya.

Ia merinci, pekerjaan pelebaran jalan meliputi tiga bagian utama, yaitu pembangunan saluran, badan jalan, dan trotoar pedestrian. Saluran tersebut dibangun menggunakan konstruksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).

“Jadi, pekerjaan saluran nanti lebarnya 5,4 meter. Kemudian di sebelahnya ada badan jalan selebar 10 meter. Lalu di sisi sebelah selatan akan dibangun trotoar selebar 3 meter sebagai sarana pendukung pejalan kaki,” katanya.

Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti ini dilakukan karena ruas tersebut menjadi salah satu jalur utama yang menghubungkan Surabaya dengan Kabupaten Gresik dan Sidoarjo.

Peningkatan kapasitas jalan diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

“Jadi, ini memang sudah lama menjadi mimpinya Surabaya untuk meningkatkan kapasitas jalan. Jadi, perjalanan antarkota akan lebih lancar dan logistik juga lebih lancar,” terangnya.

Selain meningkatkan kapasitas jalan, proyek tersebut juga diarahkan untuk mendukung keterhubungan dengan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB).

Integrasi jaringan jalan ini diharapkan dapat mengurangi potensi penumpukan lalu lintas sekaligus memperlancar mobilitas di kawasan Surabaya Barat.

“Pekerjaan ini multiyears. Jadi kami berkontrak dari bulan April 2026 nanti akan berakhir pada Mei 2027,” jelasnya.(lta/kir/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Kamis, 10 September 2026
33o
Kurs