Sampling ulang tersebut diperlukan untuk membandingkan hasil pemeriksaan ketika pencemaran terjadi dengan kondisi setelah polutan menghilang. Agung menyebut metode tersebut sebagai perbandingan “before and after”.
“Kemudian hari ini atau besok kami akan melakukan uji sampling kembali untuk membandingkan bagaimana hasilnya antara yang pada saat terjadi polutan kemudian juga setelah terjadi, atau before dan after-nya,” ujarnya.
Sebelumnya, PJT I telah melakukan pengambilan sampel ketika polutan ditemukan di aliran Sungai Surabaya. Hasil pemeriksaan parameter lapangan menunjukkan adanya penurunan kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) di Kali Tengah.
Penurunan DO tersebut disebut berkaitan dengan kondisi ikan yang mengalami mabuk dan muncul ke permukaan sungai. Namun, sumber dan jenis polutan yang menyebabkan pencemaran masih dalam proses penyelidikan.
Untuk mempercepat pemulihan kondisi sungai, PJT I melakukan penambahan debit air dari hulu. Agung mengatakan tambahan debit tersebut berfungsi membantu mengencerkan konsentrasi polutan sekaligus memperlancar proses penggelontoran.

NOW ON AIR SSFM 100

