PJT I meningkatkan debit yang sebelumnya berada di kisaran 18 hingga 20 meter kubik per detik menjadi sekitar 25 meter kubik per detik.
“Dengan tambahan rilis debit kami yang mulai dari Pintu Air Mlirip, kemudian turun ke Kali Surabaya, kemudian ditambah dengan bukaan dari Bendung Gunungsari, maka ini bisa kurang lebih mengencerkan, menjadikan polutannya agak encer dan juga menjadikan penggelontoran yang debitnya bisa jauh lebih lancar,” jelasnya.
Setelah kondisi sungai mulai membaik, debit tidak langsung dikembalikan ke level semula. Hingga Senin sore, PJT I masih mengalirkan sekitar 20 hingga 22 meter kubik per detik ke Kali Surabaya.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi elevasi muka air di Pintu Air Mlirip. PJT I juga menyesuaikan rilis debit dengan tambahan pasokan air dari hulu Brantas agar elevasi tetap terkendali.
Selain memastikan kondisi sungai, PJT I juga berkoordinasi dengan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya terkait kondisi air baku untuk IPAM Karang Pilang.

NOW ON AIR SSFM 100

