Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memperketat pengamanan Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) dengan memasang sejumlah CCTV dan pengawasan oleh petugas.
Moh. As’adul Anam Ketua PPIH Embarkasi Surabaya mengatakan, terdapat sejumlah petugas pengamanan yang diwajibkan menjaga dan melakukan pemeriksaan kepada seluruh pengunjung, baik dari pintu masuk maupun keluar.
Pantauan suarasurabaya.net, pada jam-jam krusial, yakni saat kedatangan dan keberangkatan jemaah, keluarga yang mengantar tidak diperbolehkan masuk.
Bahkan, awak media yang bertugas meliput juga harus memakai kartu identitas yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
“Saya bilangnya ini adalah kerja sama ya. Makanya ada beberapa titik di ring 1, yang harus benar-benar clear. Karena kami ingin di area itu nanti dilakukan pengawasan bagi mereka yang tidak punya kepentingan,” katanya, Sabtu (25/4/2026).

Pengetatan pengamanan di area Asrama Haji sekaligus untuk meminimalisir insiden jemaah kabur, seperti pada tahun sebelumnya. Meski begitu, Anam menjelaskan bahwa insiden jemaah kabur pada tahun lalu bermula dari pertengkaran suami-istri, tapi dia tetap berharap hal itu tidak terulang lagi.
“Saya juga mengucapkan terima kasih pada masyarakat Kota Surabaya khususnya, karena masih peka dan proaktif, serta bersedia mengantarkan kembali jemaah ke asrama,” ungkapnya.
Anam menegaskan, tahun ini petugas yang berjaga di pintu masuk asrama, diminta untuk memperketat pengamanan dan memperhatikan betul siapa saja yang keluar-masuk di area asrama.(kir/bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
