Pengukuhan Mohamad Yusak Anshori Guru Besar bidang Manajamen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat reputasi akademik dan menandai lahirnya gagasan baru dalam pengembangan sumber daya manusia, yakni softbrain engineer.
Yusak menyoroti keterbatasan pendekatan manajemen konvensional yang dinilainya terlalu mekanistik dan kurang menyentuh aspek terdalam manusia. Di tengah era disrupsi, tekanan kerja tinggi, dan perubahan yang serba cepat, ia menilai organisasi membutuhkan pendekatan manajemen yang lebih adaptif dan berorientasi pada cara kerja otak manusia.
Ia menegaskan, penguatan organisasi tidak cukup hanya bertumpu pada pengembangan soft skills, tapi perlu lompatan konsep menuju softbrain skills, yakni kemampuan yang berakar pada mekanisme neuropsikologis manusia dalam mengelola emosi, berpikir, dan berinteraksi.
“Perubahan perilaku tidak akan bertahan jika hanya menyentuh permukaan. Softbrain skills menembus hingga cara otak memproses emosi, berpikir, dan berinteraksi,” kata guru besar pertama di Program Studi Manajemen Unusa, sekaligus penulis 30 lebih buku manajemen dalam satu tahun terakhir itu, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, softbrain skills dibangun di atas empat dimensi utama, yakni regulasi emosi, kelincahan kognitif, kecerdasan kolaboratif, dan resiliensi emosional. Keempat dimensi tersebut menurutnya menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, dan mampu bertahan di tengah ketidakpastian.
Triyogi Yuwono Rektor Unusa mengatakan bahwa softbrain engineer sejalan dengan arah pengembangan kampus melalui strategi GREATS (Growth, Reputation, Empowerment, Advancement, Transformation, dan Sustainability).
“Transformasi organisasi tidak cukup hanya mengandalkan sistem dan teknologi. Kita membutuhkan manusia yang memiliki ketahanan mental serta kecerdasan emosional yang kuat,” ujarnya.
Pengukuhan itu, kata dia, sekaligus memperkuat posisi Unusa sebagai perguruan tinggi berakreditasi unggul yang konsisten melahirkan pemikiran inovatif.
Pihaknya berharap, konsep softbrain engineer ke depan dapat dikembangkan lebih luas, tidak hanya di ranah akademik, tetapi juga terintegrasi dalam kurikulum pendidikan serta kebijakan pengembangan sumber daya manusia nasional. Sehingga, di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, gagasan itu bisa menjadi pengingat bahwa kemajuan organisasi pada akhirnya tetap bertumpu pada kualitas manusia di dalamnya. (ris/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
