Rabu, 18 Februari 2026

Perayaan Imlek: Tradisi Pembaruan Hidup dan Harapan di Tahun Kuda Api

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Hiasan patung kuda sambut imlek di mal Ciputra World, Surabaya, Senin (16/2/2026). Tahun baru China kali ini menjadi penanda masuknya Tahun Kuda Api dalam kalender China, yang akan berlangsung hingga perayaan Imlek berikutnya pada tahun depan. Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Penanda pergantian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili memang digelar pada Selasa (17/2/2026). Tapi, memaknai tahun baru Imlek tidak berhenti pada pergantian hari saja.

Dr Olivia Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen (UK) Petra menerangkan, Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender tapi juga jadi penanda berakhirnya musim dingin yang membawa pesan mendalam tentang pembaruan hidup.

Momen ini sekaligus jadi titik balik bagi setiap individu untuk memperbaiki relasi, baik dengan Tuhan, sesama manusia, maupun dengan diri sendiri.

“Biasanya masyarakat Tionghoa menyambut Imlek dengan ritual bersih-bersih. Maksudnya, karena masyarakat Tionghoa percaya bahwa pantang bagi mereka untuk bersih-bersih saat Imlek karena dipercaya dapat “membuang” keberuntungan yang datang,” katanya, Rabu (18/2/2026).

Selain itu, dalam perayaan Imlek biasanya masyarakat Tionghoa menyajikan menu makan malam berupa ikan yang menjadi simbol harapan. Supaya di tahun yang baru, setiap keluarga selalu memiliki rezeki yang berlebih dan tidak kekurangan.

“Ikan dan kue keranjang menjadi hidangan ikonik selama perayaan Imlek. Kue keranjang yang memiliki tekstur lengket dan manis melambangkan doa agar kehidupan kian meningkat di setiap langkahnya,” ungkapnya.

Adapun fenomena hujan turun saat Imlek yang dipercaya membawa rezeki, menurut Olivia itu hanya karena pergantian musim saja.

“Perayaan Imlek di Indonesia memang cenderung terjadi saat pergantian. Namun memanv secara mitos, masyarakat Tionghoa justru menyambut hujan dengan suka cita karena dianggap sebagai simbol rezeki yang menandakan bahwa tahun yang akan dijalani akan penuh dengan berkah yang mengalir deras,” jelasnya.

Sementara memasuki tahun 2026, kata Olivia, yang dalam astrologi Tionghoa merupakan tahun Kuda Api, masyarakat diajak untuk siap berpacu dengan waktu.

Karakter api yang membara, dimaknai masyarakat Tionghoa secara positif sebagai semangat yang terus meningkat.

“Kuda api kalau diartikan adalah tahun di mana kita harus bergerak cepat menyelesaikan urusan yang tertunda dan melangkah maju dengan penuh keberanian,” tambahnya.

Dia berharap, Imlek bisa jadi pengingat bagi semua orang, terlepas dari latar belakang apapun, bahwa setiap akhir tahun adalah kesempatan untuk menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru yang lebih bersih, lebih rukun, dan lebih sejahtera bagi semua. (kir/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 18 Februari 2026
29o
Kurs