“Karena ini sudah dua peristiwa berturut-turut human error, tahun lalu (Magetan) dan tahun ini (Kediri), kita tentu berharap ada sebuah langkah mitigasi. Artinya bagaimana memitigasi kemungkinan human error itu terjadi,” ujarnya.
Denny Michels Adlan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya DJKA mengatakan insiden di JPL Mengkreng menjadi perhatian Kementerian Perhubungan. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas menjaga perlintasan sebidang.
“Kami masih menemukan banyak permasalahan salah satunya SDM yang sangat terbatas untuk menjaga pintu perlintasan tersebut. Kadang-kadang mungkin ada sampai yang kerjanya satu orang 12 jam. Nah, faktor kelelahannya ini yang bisa membuat petugas lelah dan bisa saja ketiduran,” katanya.
Menurut Denny, penambahan jumlah petugas diperlukan agar pola kerja bergilir atau shifting dapat diterapkan secara lebih baik.
Selain itu, pihaknya akan mengkaji pemanfaatan teknologi untuk mendukung sistem pengamanan perlintasan sebidang.

NOW ON AIR SSFM 100

