Dalam pameran ini, mahasiswa menampilkan sejumlah ide bisnis di hadapan penguji dan investor. Mulai dari aplikasi pencarian Makeup Artist (MUA), personifikasi parfum, sistem manajemen lemari digital, hingga aplikasi pengukur ruang yang terintegrasi dengan penyedia furnitur dan teknisi rumah tangga.
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah sebuah aplikasi pencarian MUA yang lahir dari keresahan personal pendirinya saat kesulitan mencari jasa rias. Izabelle
“Dulu waktu lulus SMA, aku sempat kesulitan cari MUA. Kalau harus milih satu-satu di media sosial, itu terlalu mencuri banyak waktu. Karena filternya kan banyak, mulai dari harga sampai model make up,” ungkap Izabelle, salah satu pendiri aplikasi MUAE.
Aplikasi inovatif ini, lanjut Izabelle, menawarkan fitur filter komprehensif yang memudahkan calon pelanggan menyaring MUA berdasarkan lokasi, budget, hingga spesialisasi riasan.
Selain itu, platform ini membuka akses secara gratis bagi semua MUA, termasuk talent baru yang membutuhkan eksposur luas, di mana mereka hanya perlu melewati proses verifikasi data pribadi, portofolio, dan sertifikasi resmi jika ada.

NOW ON AIR SSFM 100

