Rabu, 15 Juli 2026
Advertorial

UK Petra Resmi Luncurkan Program Magister Manajemen Jarak Jauh

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
(Dari kiri) Prof Zeplin Jiwa Husada Tarigan Ketua Program Studi PJJ MM UK Petra, Josua Tarigan Dekan SBM UK Petra, Prof Rolly Intan Rektor UK Petra, dan Lim Arif Alfian Nour Wakil Bendahara Pengurus YPTK Petra, saat merilis prodi PJJ MM berbasis AI, Kamis (28/5/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Universitas Kristen (UK) Petra secara resmi meluncurkan Program studi Magister Manajemen berbasis Pendidikan Jarak Jauh (PJJ MM). Program studi ini akan fokus pada pengembangan akses pendidikan tinggi di Maluku.

Bukan tanpa alasan, Prof Dr. Zeplin Jiwa Husada Tarigan Ketua Prodi PJJ MM UK Petra menerangkan, di Maluku ada banyak rekanan serta alumnus UK Petra untuk mempermudah kerja sama peningkatan pendidikan tinggi di sana.

“Selain itu berdasar survey yang kami lakukan di sana, masih banyak masyarakat yang belum mengampu pendidikan S2, terlebih untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru atau dosen,” katanya, Kamis (28/5/2026).

Dalam praktiknya nanti, PJJ MM UK Petra akan memanfaatkan teknologi Learning Management System (LMS) berbasis AI.

“Teknologi yang kami gunakan, memungkinkan mengubah materi pembelajaran dari PDF atau PPT, jadi format video pendek berdurasi dua hingga tiga menit, jadi lebih menarik dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Selain itu, pada teknologi AI yang digunakan juga dilengkapi dengan avatar yang digunakan saat assessment interaktif untuk menguji pemahaman siswa.

Prof Zeplin menjelaskan, mahasiswa akan menempuh kurikulum 39 SKS yang tergolong lebih fleksibel dengan fokus pada tiga keahlian yang paling dicari. Di antaranya, kepemimpinan yang lincah (leadership agility), transformasi digital, dan manajemen yang berkelanjutan (sustainability management).

Kurikulum ini akan mulai diberikan pada para mahasiswa Agustus 2026 mendatang, bersamaan dengan tahun ajaran baru, dengan durasi selama tiga semester atau 1,5 tahun.

“Di PJJ MM UK Petra, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori manajemen konvensional di atas kertas, tetapi langsung dilatih untuk peka terhadap perubahan teknologi dan ramah terhadap isu lingkungan,” tutupnya.(kir/bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 15 Juli 2026
23o
Kurs