Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menggelar Petra Parade bertajuk “Exploring the Bright Future” untuk membantu murid SMK belajar lebih bermakna di tengah era banjir informasi. Kegiatan tersebut akan diadakan di UK Petra, Surabaya, pada 6-9 Mei 2026.
Endo Wijaya Kartika Ketua Panitia Petra Parade 2026 mengatakan bahwa di era digital saat ini, segala informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui Google atau Artificial Intelligence (AI) hanya dalam hitungan detik , namun menurutnya hal tersebut membuat kehilangan makna belajar yang sesungguhnya.
“Di sinilah institusi pendidikan, termasuk kampus, diuji, mereka harus hadir sebagai ekosistem yang menyelamatkan generasi muda dari kebingungan di era digital,” katanya, pada Jumat (8/5/2026).
Ia mengatakan bahwa dalam agenda tersebut hadir sebagai sebuah ekosistem pertumbuhan dan menjadi wadah eksplorasi murid SMA untuk mengenal dunia perkuliahan secara nyata, memahami pilihan program studi dengan aktivitas yang mudah diingat, serta menentukan arah karier sejak dini, di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis.
“Kami percaya bahwa kampus tidak boleh hanya menjadi bangunan fisik tempat belajar, tetapi harus menjadi Home for the Bright. Di sini, siswa diajak menjadi sosok Bright yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga bersinar secara emosional, sosial, dan spiritual. Melalui tema besar ‘Exploring the Bright Future’, kami ingin menciptakan ruang aman bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri,’ ucapnya.
Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 WIB setiap harinya. Para murid SMA yang berkunjung tidak hanya berkeliling gedung dan fasilitas kampus, tetapi mereka juga ditantang untuk menguji kecepatan, kreativitas, hingga kemampuan problem solving melalui misi-misi interaktif.
Salah satu pengalaman tersebut, terlihat di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) melalui simulasi “Dental Detective”, yakni murid diajak berperan sebagai ahli odontologi forensik untuk memecahkan misteri kasus melalui identifikasi gigi.
Sementara di prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) mengajak murid memvisualisasikan ide mereka menjadi karya fisik melalui pembuatan shrink paper keychains yang unik.
Ia mengatakan bahwa setiap aktivitas dirancang agar teori yang rumit terasa menyenangkan dan mudah diingat.
Raphael Vincentius Tanuwijaya salah satu murid dari SMA Katolik St. Bonaventura, Madiun, mengaku senang mengikuti Petra Parade 2026 .
“Seru banget kegiatannya. Lalu aku bisa bertemu sekaligus sharing dengan teman-teman baru dari sekolah lain,” ucapnya.
Seperti diketahui, dalam Petra Parade 2026 tersebut diikuti sekitar 2.000 murid dari 20 SMA di Surabaya, Malang, Mojokerto, hingga Madiun. Lewat parade tersebut, lampus berupaya membimbing setiap calon mahasiswa sebagai individu yang kuat, siap terjun ke dunia profesional, dan siap berkontribusi bagi masyarakat di masa depan.(ris/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

