Masoud Pezeshkian Presiden Iran mengatakan, Iran “tidak takut membela hak-haknya yang sah”. Namun, ia menegaskan upaya mengamankan kepentingan nasional melalui dialog dan diplomasi harus lebih diutamakan, daripada terus berada dalam situasi perang.
Mengutip laporan kantor berita IRNA, pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam rapat kabinet pada, Minggu (21/6/2026) waktu setempat. Menurutnya, jika Iran dapat mengamankan hak-haknya melalui dialog dan diplomasi, maka negara tersebut tidak seharusnya terus berada dalam perang.
Pernyataan Pezeshkian muncul ketika Teheran tengah menjalani negosiasi yang dimediasi dengan Washington di Swiss. Negosiasi itu berlangsung dalam kerangka waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir.
Pezeshkian menyebut persatuan dan solidaritas nasional sebagai capaian terbesar Iran setelah perang agresi Amerika Serikat-Israel terhadap negaranya.
Ia mengatakan koordinasi dan solidaritas di antara seluruh lembaga negara berada dalam kondisi yang “luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya”. Menurutnya, kondisi itu harus dijaga dan diperkuat.
Pezeshkian juga menyampaikan bahwa proses negosiasi telah dilaporkan kepada Pemimpin Revolusi Islam. Selain itu, para anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah menyampaikan pandangan mereka terkait proses tersebut.
“Perkembangan besar dan luar biasa yang kita saksikan hari ini adalah koordinasi dan solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara seluruh sektor politik, eksekutif, militer, keamanan, dan peradilan negara,” kata Pezeshkian. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

